Minggu, 12 Juli 2026

Rupiah Melemah Tekan Margin, Sharp Indonesia Tetap Catat Pertumbuhan

Rupiah Melemah Tekan Margin, Sharp Indonesia Tetap Catat Pertumbuhan
Sharp Electronics Indonesia.

JAKARTA — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi tantangan serius bagi industri elektronik nasional, termasuk bagi Sharp Electronics Indonesia. 

Lonjakan biaya bahan baku, terutama material plastik yang mendominasi 70% komponen produk, telah menekan margin keuntungan perusahaan secara signifikan.

Meskipun strategi lindung nilai (hedging) di level kurs Rp 16.800 telah terlampaui, Sharp Indonesia tetap mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 4%–5% pada kuartal pertama 2026. 

Baca Juga

Perkuat Ekosistem Digital, DSSA Gelontorkan Rp8,54 Triliun ke BMT

Senior General Manager National Sales Sharp Indonesia, Andry Adi Utomo, menjelaskan bahwa perusahaan terpaksa melakukan penyesuaian harga sebesar 10%–12% untuk mengimbangi kenaikan biaya material.

"Cukup unik, setiap kali kami menaikkan harga justru konsumen bergegas membeli. Mungkin daya beli terbantu oleh berbagai program pemerintah, serta pertumbuhan lapangan kerja dan industri pendukung," ujar Andry, Minggu (21/6/2026).

Kinerja positif ini diperkuat dengan lonjakan penjualan sebesar 120% pada ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026, dengan produk pendingin ruangan (AC) sebagai penopang utama. 

Di tengah tekanan biaya operasional, Sharp Indonesia tetap menjalankan komitmen keberlanjutan lingkungan, salah satunya melalui program Sharp Run for the Future yang menginisiasi penanaman 600 pohon di kawasan Suaka Elang pada Juli mendatang. 

Presiden Direktur Sharp Indonesia, Shinji Teraoka, menegaskan bahwa kesuksesan perusahaan tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat dan pelestarian lingkungan selama 56 tahun beroperasi di Indonesia.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kelola 4,11 Juta Hektare Aset, Agrinas Palma Raih Surplus Rp2,86 T

Kelola 4,11 Juta Hektare Aset, Agrinas Palma Raih Surplus Rp2,86 T

Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Lewat 29 Bendungan

Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Lewat 29 Bendungan

Diresmikan Prabowo, Bendungan Sidan dan Keureuto Perkuat Ketahanan Air

Diresmikan Prabowo, Bendungan Sidan dan Keureuto Perkuat Ketahanan Air

BSI Perkuat Ekosistem Halal Global di HEI 2026 Melalui Solusi Finansial Terintegrasi

BSI Perkuat Ekosistem Halal Global di HEI 2026 Melalui Solusi Finansial Terintegrasi

Inovasi Lean Construction PTPP Jadi Referensi Internasional

Inovasi Lean Construction PTPP Jadi Referensi Internasional