Kamis, 09 Juli 2026

Gubernur BI: Ekonomi RI Wajib Makin Mandiri di Tengah Gejolak Global

Gubernur BI: Ekonomi RI Wajib Makin Mandiri di Tengah Gejolak Global
BI Dorong Kemandirian Ekonomi Nasional Hadapi Ketidakpastian Global [FOTO: NET].

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan bahwa ekonomi Indonesia perlu semakin mandiri dalam menghadapi tingginya ketidakpastian global yang dipicu oleh perang dagang serta konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan penutupan Selat Hormuz.

“Dalam suatu ketidakpastian yang tinggi, kami harus semakin mandiri. Kami harus semakin mandiri. Apapun yang terjadi di global, we have to move on,” ujar Perry saat membuka acara Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu di Jakarta, Senin.

Perry menekankan bahwa dinamika global berada di luar kendali Indonesia. Oleh karena itu, langkah yang harus ditempuh adalah memperkokoh fondasi ekonomi domestik agar terus tumbuh di tengah tantangan eksternal.

Baca Juga

Harga Buyback Emas Antam, UBS, & Galeri 24 di Pegadaian Rabu 8 Juli

“Kalau globalnya bergejolak, ya, kami tidak bisa mengendalikan global. Yang bisa kami kendalikan adalah diri kami. Mari kami perkuat kekuatan kami,” jelas Perry.

Menurutnya, hal tersebut menjadi urgensi peluncuran Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu pada Senin (22/6/2026). Inisiatif ini diproyeksikan mampu meningkatkan daya tahan ekonomi nasional melalui pengembangan sektor UMKM.

Di sisi lain, Perry menyebut UMKM memiliki peran krusial bagi perekonomian nasional. Terdapat lebih dari 65 juta UMKM di Indonesia yang dominan berskala kecil dan berperan besar menyerap tenaga kerja.

Perry turut menyoroti kontribusi signifikan perempuan dalam pengembangan UMKM. Baginya, memajukan UMKM berarti memacu pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, menyejahterakan masyarakat, serta mendukung keberlanjutan masa depan.

“UMKM itu betul-betul pilar penting bagi pertumbuhan, kesejahteraan, kemudian dorongan untuk generasi yang akan datang,” kata dia.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu selaras dengan agenda pembangunan nasional dalam RPJMN serta bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan.

“Mari kami jadikan program ini sebagai bagian penting dari Asta Cita untuk ekonomi kerakyatan,” ujar dia.

Perry menegaskan, pengembangan UMKM memerlukan sinergi antara pemerintah, BI, dan pemangku kepentingan lainnya, bukan hanya satu lembaga.

Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk memperkuat UMKM sebagai fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, program ini mencerminkan kolaborasi BI, pemerintah, dan mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas UMKM lewat pelatihan kewirausahaan terpadu.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas penciptaan lapangan kerja sekaligus memperkokoh ekonomi kerakyatan.

“Program ini adalah bentuk nyata komitmen kami bersama. Komitmen kami bersama: bersatu kami teguh dan bersatu kami maju, dan semakin sukses,” tegas Perry.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Rabu Pagi Melemah 0,75% ke 5.941, Saham Big Caps Kompak Merah

IHSG Rabu Pagi Melemah 0,75% ke 5.941, Saham Big Caps Kompak Merah

Perdana Listing di BEI, Saham BACH Melesat Sentuh ARA 24,43%

Perdana Listing di BEI, Saham BACH Melesat Sentuh ARA 24,43%

Didorong Kenaikan Cadev, Rupiah Rabu Pagi Menguat ke Rp17.980

Didorong Kenaikan Cadev, Rupiah Rabu Pagi Menguat ke Rp17.980

Harga Buyback Emas Antam Rabu 8 Juli Turun Jadi Rp2.393.000 per Gram

Harga Buyback Emas Antam Rabu 8 Juli Turun Jadi Rp2.393.000 per Gram

Harga Buyback Emas Antam Ambles Rp596.000 dari Rekor Tertinggi

Harga Buyback Emas Antam Ambles Rp596.000 dari Rekor Tertinggi