Sabtu, 11 Juli 2026

IHSG Dibuka Melemah ke 6.097, Tertekan Saham Big Caps

IHSG Dibuka Melemah ke 6.097, Tertekan Saham Big Caps
IHSG Turun ke 6.097 di Awal Perdagangan, Saham BBCA-BYAN Anjlok [FOTO: NET].

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan hari Selasa (23/6/2026) dengan pelemahan. Saham-saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps yang membebani laju indeks pagi ini antara lain BBCA, BYAN, serta BMRI.

Berdasarkan data dari IDX Mobile pada pukul 09.01 WIB, IHSG terkoreksi 0,31% atau setara 18,83 poin menuju level 6.097,86. Transaksi pasar dibuka dengan volume 517,9 juta lembar saham dengan nilai Rp447,1 miliar. Tercatat 203 saham menguat, 214 saham melemah, dan 542 saham dalam posisi stagnan.

BBCA sebagai saham dengan kapitalisasi terbesar melemah 1,20% ke harga Rp6.150. Saham big caps lainnya juga mengalami tekanan, seperti BYAN yang turun 3,79% ke Rp12.700, BMRI terkoreksi 1,66% ke Rp4.150, serta ASII yang turun 0,21% ke level Rp4.720. 

Baca Juga

IHSG Dibuka Turun ke 5.801, Saham Perbankan Kompak Memerah

Di sisi berlawanan, BREN menguat 0,27% ke Rp3.680, BBRI naik 0,35% ke Rp2.880, MORA bertambah 2,62% ke Rp7.825, AMMN menguat 0,27% ke Rp3.770, TLKM naik 0,40% ke Rp2.520, DSSA melonjak 6,47% ke Rp905, dan TPIA naik 1,55% ke Rp1.960.

Pada penutupan sesi sebelumnya, Senin (22/6), IHSG sudah melemah 0,98% ke 6.116,69. Pelemahan tersebut dibayangi aksi jual asing (net sell) sebesar Rp1,11 triliun, yang jika diakumulasi sejak awal tahun telah mencapai Rp69,36 triliun.

Tim riset Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG hari ini akan bergerak dengan level resistance di 6.220 dan support di 6.000. Analis melihat investor saat ini dalam posisi menanti pengumuman MSCI terkait Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026, yang akan menentukan status Indonesia di kelas Emerging Market, serta menantikan hasil tinjauan S&P Global Standards.

Secara teknikal, posisi IHSG berada di bawah MA5 namun masih di atas MA10 dan MA20. Histogram MACD tetap di area positif, namun Stochastic RSI mulai mengalami pembalikan ke area pivot.

"Sehingga jika IHSG ditutup di bawah level 6.100, maka berpeluang akan menguji level psikologis di 6.000. Namun jika masih bertahan ditutup di atas level 6.100, diperkirakan konsolidasi IHSG masih akan berlanjut di kisaran 6.050-6.220," ujar analis.

Selain itu, investor mengamati ketentuan dalam UU No. 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2023 mengenai Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), termasuk kewajiban Bank Indonesia mendapat persetujuan DPR dalam menetapkan anggaran tahunan.

"Hal ini menimbulkan kekhawatiran investor akan masalah independensi bank Indonesia sebagai bank sentral," tandas analis.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Awal Perdagangan 30 Juni: Rupiah dan IHSG Kompak Terperosok

Awal Perdagangan 30 Juni: Rupiah dan IHSG Kompak Terperosok

Update XRP 30 Juni: Menguat Tipis Ikuti Pemulihan Pasar Kripto

Update XRP 30 Juni: Menguat Tipis Ikuti Pemulihan Pasar Kripto

HUT ke-80: BNI Lanjutkan Transformasi Demi Kinerja Berkelanjutan (65 karakter)

HUT ke-80: BNI Lanjutkan Transformasi Demi Kinerja Berkelanjutan (65 karakter)

IHSG Anjlok 2,48 Persen, Investor Asing Tarik Dana Rp 85,96 Triliun

IHSG Anjlok 2,48 Persen, Investor Asing Tarik Dana Rp 85,96 Triliun

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Antam dan UBS Alami Penurunan

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Antam dan UBS Alami Penurunan