Senin, 13 Juli 2026

Gempa M 7,1 Guncang Venezuela, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman

Gempa M 7,1 Guncang Venezuela, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman
Tak Ada Korban WNI, KBRI Caracas Pantau Dampak Gempa Venezuela [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa tidak didapati warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam bencana gempa bumi hebat berkekuatan magnitudo 7,1 di Venezuela pada Rabu sore waktu setempat, sementara pihak KBRI Caracas tetap bersiaga mengamati situasi terkini para WNI.

“KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 orang, ada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah di Jakarta, Kamis (25/06/2026).

Bukan hanya itu, Heni menegaskan semua jajaran staf yang bertugas di KBRI Caracas pun selamat serta dalam situasi yang aman. “Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta juga tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti,” kata dia.

Baca Juga

Presiden Prabowo Ungkap Alasan Pihak Tertentu Tolak Program B50

Heni memaparkan bahwa guncangan gempa bermagnitudo 7,1 itu melanda pada pukul 15:04 waktu setempat (Kamis pukul 02:04 WIB), di mana titik pusat gempa berada kurang lebih 28 kilometer di sisi barat kawasan Moron di wilayah pantai Venezuela dengan kedalaman berkisar 10—13 kilometer.

Pasca-terjadinya gempa berkekuatan besar tersebut, KBRI Caracas langsung melangsungkan koordinasi serta jalinan komunikasi intensif dengan instansi-instansi terkait.

Saluran kontak darurat pun telah diaktifkan guna mengamati dinamika di lapangan sekaligus menjamin pembaruan informasi kondisi WNI dari waktu ke waktu.

KBRI Caracas pun secara kontinu mengamati maklumat resmi dari otoritas Venezuela menyangkut risiko timbulnya gempa susulan maupun potensi bahaya tsunami di wilayah tepi laut, kata dia.

Pemerintah Indonesia memberikan imbauan kepada segenap WNI yang menetap di Venezuela agar selalu berhati-hati, mematuhi petunjuk dari otoritas setempat, dan lekas mengontak KBRI Caracas jika memerlukan pertolongan.

Dalam situasi mendesak, para WNI bisa mengontak layanan hotline KBRI Caracas di nomor +58-4120217253 atau +58-4122340100, maupun saluran hotline Direktorat PWNI Kemlu RI di nomor +62812-9007-0027, ucap Heni.

“Pemerintah Indonesia turut menyampaikan duka yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas musibah ini, serta berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat,” demikian Direktur PWNI Kemlu.

Gempa dahsyat bermagnitudo 7,1 melanda kawasan pesisir Venezuela pada Rabu sore waktu setempat, hingga memicu dikeluarkannya alarm dini tsunami serta perintah siaga di wilayah sekitar.

Efek getaran gempa dikabarkan teras amat kencang di Caracas, yang merupakan ibu kota Venezuela, hingga mengakibatkan warga berhamburan keluar dari area bangunan bertingkat demi mengamankan diri.

Sinyal bahaya tsunami disebarluaskan oleh Pusat Peringatan Tsunami Pasifik bagi area pesisir Venezuela beserta kepulauan Aruba, Bonaire, dan Curacao yang berada di bawah teritorial Belanda. 

Alarm peringatan tsunami tersebut juga turut dinyalakan untuk wilayah kekuasaan AS, yaitu Puerto Rico dan Kepulauan Virgin.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bahlil Minta Kader Golkar di DPR Kawal dan Beri Masukan Program MBG

Bahlil Minta Kader Golkar di DPR Kawal dan Beri Masukan Program MBG

Bahlil Ungkap Tantangan Jadi Menteri ESDM di Tengah Krisis Geopolitik

Bahlil Ungkap Tantangan Jadi Menteri ESDM di Tengah Krisis Geopolitik

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kemenkes: CKG Layani 59,5 Juta Peserta per 5 Juli 2026

Kemenkes: CKG Layani 59,5 Juta Peserta per 5 Juli 2026