Senin, 13 Juli 2026

Seskab: Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Beres Akhir 2026

Seskab: Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Beres Akhir 2026
Target Akhir 2026, Pemerintah Kejar 5.000 Jembatan Gantung Rampung [FOTO: NET].

JAKARTA - Pihak otoritas negara mematok target penyelesaian konstruksi 5.000 jembatan gantung di pelbagai penjuru tanah air dapat selesai pada pengujung tahun 2026 guna mengokohkan keterhubungan warga hingga ke kawasan pelosok.

"Membangun jembatan, menghubungkan harapan," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahan media sosialnya, sebagaimana keterangan Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Kamis (25/06/2026).

Teddy memaparkan bahwa pihak eksekutif memproyeksikan sebanyak 2.500 jembatan gantung tuntas dikerjakan pada Agustus 2026. 

Baca Juga

Presiden Prabowo Ungkap Alasan Pihak Tertentu Tolak Program B50

Alur pengerjaan tersebut setelahnya bakal terus dipacu agar bisa menyentuh angka target 5.000 jembatan di akhir tahun nanti.

Ia menyebutkan bahwa pengerjaan jembatan gantung tersebut digulirkan lewat sinergi bersama antara pihak kementerian, TNI Angkatan Darat, beserta warga lokal.

Menurut pandangannya, infrastruktur penyeberangan baru ini didirikan demi menautkan area yang selama kurun waktu bertahun-tahun terisolasi oleh aliran sungai serta area geografis yang sukar ditembus. 

Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto memacu program jembatan gantung ini demi menghadirkan aksesibilitas yang lebih gesit, terlindungi, serta berkeadilan hingga ke penjuru terdalam Indonesia.

"Di banyak wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai, kehadiran sebuah jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat," ujarnya.

Melalui agenda pengadaan jembatan gantung ini, sambung dia, Presiden Prabowo menginstruksikan hadirnya keterhubungan yang lebih efisien, lebih terjamin keamanannya, dan lebih merata menjangkau pelosok Nusantara.

Teddy menyatakan bahwa pengadaan jembatan gantung ini diproyeksikan mampu memperlancar pergerakan warga sekaligus mendongkrak aksesibilitas pada sektor pendidikan, sektor medis, serta prasarana umum lainnya.

Ia mengimbuhkan, fasilitas penyeberangan tersebut juga berfungsi sebagai sarana penyokong bagi para siswa di kawasan pedalaman untuk melangkah ke tempat belajar mereka.

"Bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan," katanya.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bahlil Minta Kader Golkar di DPR Kawal dan Beri Masukan Program MBG

Bahlil Minta Kader Golkar di DPR Kawal dan Beri Masukan Program MBG

Bahlil Ungkap Tantangan Jadi Menteri ESDM di Tengah Krisis Geopolitik

Bahlil Ungkap Tantangan Jadi Menteri ESDM di Tengah Krisis Geopolitik

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kemenkes: CKG Layani 59,5 Juta Peserta per 5 Juli 2026

Kemenkes: CKG Layani 59,5 Juta Peserta per 5 Juli 2026