Sabtu, 11 Juli 2026

Dipicu Harga Pangan, Inflasi Tahunan Juni 2026 Naik 3,34%

Dipicu Harga Pangan, Inflasi Tahunan Juni 2026 Naik 3,34%
BPS: Kelompok Pangan Jadi Pendorong Utama Inflasi Juni 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi tahunan (year on year/yoy) untuk periode Juni 2026 yang menyentuh angka 3,34%.

 Realisasi tersebut memperlihatkan adanya kenaikan apabila dikomparasikan dengan inflasi tahunan pada Mei 2026 yang berada di level 3,08%. Akselerasi laju inflasi ini utamanya distimulasi oleh lonjakan harga pada komoditas pangan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengutarakan bahwa pergerakan inflasi tahunan ini selaras dengan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari posisi 108,27 pada Juni 2025 menjadi 111,89 pada Juni 2026.

Baca Juga

BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Jawa Barat Terjadi Agustus

"Secara year on year, inflasi utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).

Sektor makanan, minuman, dan tembakau membukukan angka inflasi hingga 4,67% yoy serta menyumbang andil mencapai 1,36% terhadap akumulasi inflasi nasional, sehingga memposisikannya sebagai kontributor paling dominan.

Ateng menguraikan, deretan komoditas pangan yang menorehkan andil paling besar terhadap catatan inflasi tahunan ini di antaranya meliputi ikan segar, beras, minyak goreng, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), serta bawang merah.

Di luar sektor pangan, kelompok perawatan pribadi beserta jasa lainnya turut andil menjadi penyumbang laju inflasi dengan menorehkan kenaikan mencapai 10,10% yoy serta menyumbang andil 0,69% terhadap inflasi nasional. 

Pergerakan inflasi pada sektor tersebut utamanya dipicu oleh apresiasi nilai jual pada emas perhiasan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pada sisi lain, sektor transportasi menorehkan catatan inflasi di angka 4,57% yoy dengan kontribusi andil sebesar 0,55%.

Menurut Ateng, pergerakan inflasi dalam sektor transportasi ini dipicu oleh eskalasi harga bensin, tarif maskapai penerbangan, mobil, sepeda motor, serta produk pelumas atau oli mesin.

BPS mengompilasi bahwa secara akumulatif, angka inflasi tahunan Indonesia pada Juni 2026 berada di level 3,34%, sementara untuk tingkat inflasi bulanan (month to month/mtm) menyentuh 0,44% dan tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) bertengger di posisi 1,79%.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

B50 Mulai Meluncur di SPBU, Pemerintah Pastikan Harga Belum Naik

B50 Mulai Meluncur di SPBU, Pemerintah Pastikan Harga Belum Naik

Kekeringan Meluas, Pemkab Tasikmalaya Kirim Bantuan Air Bersih

Kekeringan Meluas, Pemkab Tasikmalaya Kirim Bantuan Air Bersih

Harga Material Konstruksi Melonjak, Pemerintah Kaji Revisi Kontrak

Harga Material Konstruksi Melonjak, Pemerintah Kaji Revisi Kontrak

Inflasi Juni 2026: Harga BBM Geser Peran Pangan Jadi Pemicu Utama

Inflasi Juni 2026: Harga BBM Geser Peran Pangan Jadi Pemicu Utama

DPR Desak Pemerintah Hapus PPPK Paruh Waktu, Gaji Guru Minimal Rp7 Juta

DPR Desak Pemerintah Hapus PPPK Paruh Waktu, Gaji Guru Minimal Rp7 Juta