Sabtu, 11 Juli 2026

Paripurna DPR: Menkeu Purbaya Sebut Ekonomi RI 2025 Tumbuh 5,11%

Paripurna DPR: Menkeu Purbaya Sebut Ekonomi RI 2025 Tumbuh 5,11%
Purbaya: Ekonomi RI Terjaga di Tengah Eskalasi Geopolitik Global [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengutarakan, di tengah lonjakan tensi geopolitik, kondisi perekonomian Indonesia konsisten terjaga. 

Poin itu dipaparkan Purbaya saat menyampaikan pertanggungjawaban atas realisasi APBN Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

"Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh dengan berbagai tantangan, fragmentasi perdagangan dan eskalasi tensi geopolitik tidak hanya mengganggu logistik tetapi juga mengubah paradigma kerja sama ekonomi multilateral secara fundamental," ujar Purbaya.

Baca Juga

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Koperasi 12 Juli

"Hal ini kemudian meningkatkan risiko stabilitas ekonomi, tekanan terhadap pasar keuangan, perlambatan investasi, dan terganggunya rantai pasokan global. Namun, kita patut bersyukur, di tengah gejala global tersebut, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga, yang tecermin dalam berbagai indikator utama," sambung dia.

Purbaya membeberkan, sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia menyentuh angka 5,11 persen year on year. Hal tersebut, menurut penuturannya, membuktikan fundamental ekonomi nasional yang tangguh dalam mengarungi dinamika global. 

Lonjakan ini juga ditopang oleh sektor konsumsi rumah tangga yang konstan bertahan di level 4,98 persen, serta pembentukan modal pada level 5,09 persen.

"Ini menandakan aktivitas ekonomi domestik yang terus bergerak positif. Sementara itu, inflasi berada pada level rendah 2,92 persen, tetap berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan," ujar Purbaya.

Purbaya mengklaim, perolehan ini membuktikan efektivitas kombinasi kebijakan pemerintah demi mengawal stabilitas harga, mengamankan pasokan, melancarkan distribusi, sekaligus sinergi solid bersama otoritas moneter serta antara jajaran pemerintah pusat dan daerah.

"Kuatnya ekonomi domestik tersebut tidak lepas dari optimalnya peran APBN sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan. Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan fiskal 2025 yang ditempuh secara ekspansif dengan tetap menjaga defisit dalam batas aman," imbuh dia.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemenhaj Usul Skema Baru BPIH 60 Persen dan Bipih 40 Persen ke DPR

Kemenhaj Usul Skema Baru BPIH 60 Persen dan Bipih 40 Persen ke DPR

BPJS Kesehatan Tunggu Perpres Pemutihan Tunggakan Iuran

BPJS Kesehatan Tunggu Perpres Pemutihan Tunggakan Iuran

RUU PFII Dibahas, Purbaya Optimistis RI Jadi Hub Keuangan Global

RUU PFII Dibahas, Purbaya Optimistis RI Jadi Hub Keuangan Global

Operasional Haji 2026 Rampung, Kemenhaj Siapkan Rencana untuk 2027

Operasional Haji 2026 Rampung, Kemenhaj Siapkan Rencana untuk 2027

Pemerintah Hadirkan Sekolah Satu Atap di Wilayah 3T

Pemerintah Hadirkan Sekolah Satu Atap di Wilayah 3T