Sabtu, 11 Juli 2026

Lewat IABS 2026, Indonesia Ajak Australia Investasi Sektor Prioritas

Lewat IABS 2026, Indonesia Ajak Australia Investasi Sektor Prioritas
RI Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan-Infrastruktur dengan Australia [FOTO: NET].

JAKARTA - Pihak otoritas Indonesia memacu peningkatan kemitraan bersama pihak Australia di sektor pangan hingga infrastruktur lewat agenda Indonesia–Australia Business Summit (IABS) for Indonesia Updates 2026 sebagai langkah memperkokoh aliansi ekonomi strategis berbarengan dengan menawarkan investasi sektor prioritas.

Melalui rilis resmi di Jakarta, Kamis, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengutarakan, Indonesia konsisten mengawal tren positif pertumbuhan ekonomi via penguatan investasi selaku roda penggerak utama pertumbuhan nasional.

Berdasarkan penjelasannya, pihak eksekutif membidik target pertumbuhan ekonomi menyentuh angka 8 persen via agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada aspek ketahanan pangan, ketahanan energi, serta hilirisasi industri.

Baca Juga

Dedi Mulyadi Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan di Jabar

Dalam forum yang dilangsungkan di Sydney, Australia pada 30 Juni tersebut, ia pun menguraikan bahwa pemerintah Indonesia membidik capaian realisasi investasi menyentuh angka Rp3.414 triliun pada 2029, sekaligus membuka pelbagai peluang investasi pada bidang-bidang prioritas, mulai dari energi terbarukan, hilirisasi industri, ketahanan pangan, semikonduktor, manufaktur berorientasi ekspor, kesehatan, Ibu Kota Nusantara, pendidikan, hingga ekonomi digital.

"Indonesia dan Australia berada pada momentum yang sangat tepat untuk memperkuat kemitraan investasi. Kedua negara memiliki ekonomi yang saling melengkapi, didukung oleh kerangka kerja sama IA-CEPA yang semakin matang. 

Pemerintah Indonesia terus melakukan reformasi iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, serta pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus," kata dia.

Oleh sebab itu, ia mengajak para pemodal asal Australia demi menanamkan kapitalnya di tanah air yang berkiblat pada penguatan infrastruktur sampai ketahanan pangan.

"Kami mengundang investor Australia untuk menjadi bagian dari babak baru pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi yang berorientasi pada hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan, transisi energi, dan ekonomi hijau," ujar Todotua lagi.

Dalam rangkaian agenda itu dilakukan pula seremoni penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Australian Chamber of Commerce and Industry (ACCI) berbarengan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terkait kemitraan di bidang perdagangan, investasi, serta penguatan relasi bisnis kedua negara.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Posisi SAL Pemerintah Akhir 2025 Kokoh di Rp 438,26 Triliun

Posisi SAL Pemerintah Akhir 2025 Kokoh di Rp 438,26 Triliun

Kampung Nelayan Merah Putih Pacu Ekonomi Pesisir 16,2 Persen

Kampung Nelayan Merah Putih Pacu Ekonomi Pesisir 16,2 Persen

Perkuat Swasembada Protein, KKP Bangun 40.000 Titik Budidaya

Perkuat Swasembada Protein, KKP Bangun 40.000 Titik Budidaya

Presiden Lukashenko Tawarkan Transfer Teknologi Pangan ke Indonesia

Presiden Lukashenko Tawarkan Transfer Teknologi Pangan ke Indonesia

Komisi VII DPR Panggil TikTok Shop Terkait Saldo UMKM Ditahan

Komisi VII DPR Panggil TikTok Shop Terkait Saldo UMKM Ditahan