Sabtu, 11 Juli 2026

IHSG Ditutup Menguat ke 5.744, Saham Bank Jumbo Kompak Cuan

IHSG Ditutup Menguat ke 5.744, Saham Bank Jumbo Kompak Cuan
IHSG Naik ke 5.744 Ditopang Penguatan Saham BBCA hingga BMRI [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Kamis (2/7/2026) di zona hijau. Laju positif indeks komposit ini disokong oleh pergerakan saham bank berskala besar yang sebagian besar mengalami kenaikan.

Menyadur data IDX Mobile, IHSG mencatatkan apresiasi sebesar 0,87% atau bertambah 49,44 poin menuju level 5.744. Sebanyak 418 saham mencatatkan kenaikan, 230 saham merosot, dan 311 saham lainnya bergerak stagnan.

Memperhatikan jajaran saham penggerak indeks, porsi saham di sektor perbankan hari ini didominasi oleh warna hijau. 

Baca Juga

Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp17.995 per Dolar AS pada 2 Juli

Beberapa di antaranya meliputi BBCA yang melesat 3,57% ke posisi Rp5.800, BBRI menguat 0,75% ke level Rp2.690, BMRI menanjak 2,36% ke Rp3.900, BBNI terkerek 2,26% ke Rp3.170, BNLI terangkat 0,43% ke Rp2.320, serta BRIS yang menyudahi perdagangan dengan naik 1,50% ke Rp1.690.

Sementara itu, tren positif IHSG hari ini menandai penguatan yang terjadi dua hari berturut-turut semenjak penutupan perdagangan hari Rabu.

 Pada penghujung Juni 2026, IHSG kerap kali terjerembap di zona merah. Dampaknya, kendati sukses melaju di zona hijau selama dua hari berturut-turut, posisi indeks komposit saat ini masih memperlihatkan koreksi sedalam 2,37% dalam kurun sepekan ke belakang, atau menyusut 6,25% dalam jangka waktu sebulan terakhir.

Tim analis Stockbit Sekuritas memandang bahwa guyuran dana senilai triliunan rupiah dari pemerintah ke jajaran bank Himbara menyajikan sentimen yang positif. 

Sebagaimana telah diinformasikan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pada Jumat (26/6/2026) lalu bahwa pihak pemerintah bakal menyalurkan kembali stimulus dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) kepada kelompok perbankan Himbara demi memelihara stabilitas likuiditas.

Berdasarkan perhitungan analis, tambahan alokasi dana tersebut berpeluang membuat akumulasi SAL pemerintah di sektor perbankan Himbara menyentuh angka Rp400 triliun.

"?Kami menilai bahwa perkembangan ini positif bagi saham–saham big banks, terutama Himbara, mengingat Net Interest Margin (NIM) akan mendapatkan dukungan dari sisi Cost of Fund di tengah tantangan untuk menaikkan lending yield pasca kenaikan BI Rate akibat kompetisi yang intens di segmen korporasi dan belum optimalnya pertumbuhan segmen konsumer dan UMKM," tulis analis.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Rupiah Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS pada Kamis 2 Juli 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS pada Kamis 2 Juli 2026

Jaga Stabilitas Harga, Emiten Bank Ramai-Ramai Aksi Buyback

Jaga Stabilitas Harga, Emiten Bank Ramai-Ramai Aksi Buyback

Ditopang Seluruh Sektor, IHSG Sesi I Hari Ini Naik ke Level 5.792

Ditopang Seluruh Sektor, IHSG Sesi I Hari Ini Naik ke Level 5.792

KB Bank (BBKP) Sesuaikan Bunga Deposito Usai BI Rate Naik

KB Bank (BBKP) Sesuaikan Bunga Deposito Usai BI Rate Naik

BCA Ajak Guru SMA se-Sulawesi Ciptakan Media Belajar Berbasis STEM

BCA Ajak Guru SMA se-Sulawesi Ciptakan Media Belajar Berbasis STEM