Telkom Divestasi 2 Perusahaan dan Tutup 6 Anak Usaha Demi Ramping
- Jumat, 03 Juli 2026
JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) telah melepas kepemilikan pada dua anak perusahaan di lini bisnis jasa kesehatan sekaligus melikuidasi enam unit usaha lainnya. Langkah ini diambil demi menyederhanakan portofolio bisnis perusahaan.
Pihak perseroan membidik penurunan jumlah anak usaha dari semula 67 perusahaan menjadi di bawah 20 perusahaan. Tak sampai di situ, korporasi juga menghentikan operasional 6 anak perusahaan yang dinilai berada di luar lini kompetensi utama.
Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengungkapkan bahwa restrukturisasi portofolio usaha ini merupakan perintah langsung dari Danantara Indonesia selaku institusi pengelola saham milik negara.
Baca JugaPerkuat Bisnis Lelang, Autopedia (ASLC) Dirikan Anak Usaha Baru
"Kami harus menyederhanakan portofolio bisnis yang sekarang tumpang tindih, dan merampingkan jumlah anak perusahaan menjadi di bawah 20 anak perusahaan," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, pekan lalu.
Sampai dengan Juni 2026, Telkom terpantau sudah melepas dua unit usahanya di sektor pelayanan kesehatan, yakni AdMedika serta Telkomedika.
Dua entitas tersebut didivestasikan kepada korporasi asal Singapura, Fullerton Health. Di samping langkah pelepasan saham, manajemen juga melikuidasi enam anak usaha yang dinilai tidak searah dengan kompetensi inti serta kurang memberikan kontribusi positif bagi kinerja grup.
Adapun keenam badan usaha tersebut meliputi PT Citra Sari Makmur, PT Media Nusantara Data Global, PT Omni Inovasi Indonesia, Sigma AIT Bhd, PT Alam Pesona Wisata, dan PT Pojok Celebes Mandiri. Di bawah ini merupakan profil dari 6 anak usaha yang ditutup oleh Telkom beserta kejelasan status bagi para pelanggannya:
1. PT Citra Sari Makmur (CSM)
Lini Bisnis: Telekomunikasi, Jaringan data, dan Satelit.
Profil & Nasib Pelanggan:
Berdiri sejak 1987, CSM familier sebagai salah satu pelopor operator VSAT swasta perdana di tanah air. Perusahaan ini menyasar segmen korporasi skala nasional lewat penyediaan sarana komunikasi data online, internet serat optik, kapasitas satelit, serta penyimpanan server.
Pada mulanya berstatus penanaman modal asing (PMA) dengan Bell Atlantic asal AS, Telkom Indonesia kemudian bergabung sebagai salah satu pemegang saham utama demi memperkuat ekosistem jaringan.
Kini, klien korporasi yang masih aktif dialihkan ke operator satelit utama grup, yakni Telkomsat (PT Telkom Satelit Indonesia), untuk menjamin kelangsungan konektivitas tanpa hambatan.
2. PT Media Nusantara Data Global
Lini Bisnis: Penyediaan fasilitas Pusat Data (Data Center).
Profil & Nasib Pelanggan:
Beroperasi memakai nama komersial Cyber Data Center International (CDCI), entitas ini berada di bawah naungan Telkomsigma (PT Sigma Cipta Caraka). Fokus operasionalnya tertuju pada ekosistem interkoneksi terbuka untuk operator telekomunikasi.
Jasa utamanya mencakup interkoneksi kabel serat optik berkecepatan tinggi, colocation rak kabinet, ruang rapat, cage operator, serta bantuan teknis (smart hands).
Menyusul penutupan ini, seluruh aktivitas operasional colocation serta interkoneksi serat optik disatukan di bawah pengelolaan induknya, Telkomsigma, atau dipindahkan ke pusat data utama Telkom Group (Neutrix / Telkom Data Ekosistem).
3. PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE)
Lini Bisnis: Perdagangan dan Distribusi Perangkat Telekomunikasi.
Profil & Nasib Pelanggan:
Perusahaan ini sebelumnya dikenal oleh publik dengan nama PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk sebelum berganti nama menjadi PT Omni Inovasi Indonesia Tbk.
Didirikan tahun 2008, konsentrasi utamanya mencakup ritel ponsel, voucer pulsa (melalui anak usaha PT Simpatindo Multimedia), pusat perbaikan gawai, hingga penyedia konten seluler. Pasca-penutupan, urusan perbaikan ataupun sisa garansi dialihkan langsung ke pusat perbaikan resmi (authorized service center) dari masing-masing produsen merek gawai.
4. Sigma AIT Sdn Bhd (Bhd)
Lini Bisnis:
Solusi Teknologi Informasi (IT Solutions) dan Manajemen.
Profil:
Berlokasi di Malaysia, korporasi ini didirikan tahun 2003 sebagai perpanjangan tangan regional Telkomsigma dalam menggarap pasar solusi ICT serta integrasi sistem di wilayah Asia Tenggara. Sebelum dilikuidasi, unit usaha ini berkantor di Kuala Lumpur untuk mengendalikan ekspansi portofolio digital korporasi di kancah internasional.
5. PT Alam Pesona Wisata (APW)
Lini Bisnis:
Agen Perjalanan Wisata (Travel Agent Services).
Profil & Nasib Pelanggan:
Didirikan pada tahun 2008, APW merupakan bagian dari portofolio sub-grup TelkomMetra (PT Multimedia Nusantara).
Perusahaan ini mengelola bisnis jasa pengaturan perjalanan korporasi dan wisata terpadu, seperti reservasi tiket pesawat, akomodasi hotel, hingga paket perjalanan dinas. Setelah ditutup, operasional agen perjalanan ini dihentikan sepenuhnya.
Kebutuhan perjalanan dinas internal Telkom Group dialihkan ke sistem digital terpusat (shared service), sedangkan untuk klien luar dianjurkan berpindah ke vendor pihak ketiga.
6. PT Pojok Celebes Mandiri (PCM)
Lini Bisnis: Ekosistem Digital Pariwisata (e-Tourism Aggregator).
Profil & Nasib Pelanggan:
Berdiri tahun 2009, perusahaan ini populer di industri pariwisata lewat platform Pointer (Pointer by Telkom Indonesia). PCM bertindak selaku agregator sistem pemesanan wisata digital berbasis online-to-offline.
Jasa utamanya menyatukan data inventaris maskapai, hotel, dan transportasi secara real-time untuk mitra agen travel kecil-menengah (B2B), platform perusahaan, maupun perorangan.
Pointer kini resmi mengumumkan penghentian total layanannya. Di tengah bergulirnya proses likuidasi, sistem reservasi ditutup bertahap guna menyelesaikan sisa transaksi, dana deposit agen travel, serta kewajiban tiket perjalanan mitra yang masih berjalan.
Andika Riyan Satriya Nugraha
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












