Kamis, 09 Juli 2026

Lebih Cepat, Proyek PSEL Bali Dibidik Selesai pada 2027

Lebih Cepat, Proyek PSEL Bali Dibidik Selesai pada 2027
Rosan Targetkan Konstruksi PSEL Bali Rampung Akhir 2027 [FOTO: NET].

JAKARTA - Pengerjaan proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Pulau Dewata dibidik tuntas pada 2027, mengungguli estimasi jadwal awal yang sebelumnya dipatok pada 2028.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga menjabat CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, di tengah agenda seremoni peluncuran batu pertama (groundbreaking) PSEL Denpasar Raya, Rabu (8/7/2026).

Ia memaparkan, akselerasi pengerjaan megaproyek ini dapat diwujudkan usai proses penyaringan mitra investasi dinyatakan selesai. Menurut pandangannya, PT Weiming Nusantara Bali New Energy resmi ditunjuk selaku mitra strategis lantaran dinilai mempunyai rekam jejak mumpuni serta instrumen teknologi yang sudah teruji.

Baca Juga

Kemenhub Perkuat Tol Prambanan-Purwomartani Hadapi Lebaran 2027

"Kita melihat bahwa Weiming adalah partner yang terbaik untuk Bali, dan juga komitmennya dan saya meyakini walaupun targetnya semester pertama 2028, kalau saya baca dari luar, ini bisa selesai pada akhir tahun 2027," tutur Rosan.

Rosan menandaskan, pihaknya berkomitmen penuh mengawal penuntasan proyek tersebut dengan mengedepankan aspek tata kelola yang bersih, asas transparansi, serta akuntabilitas pada tiap tahapan pelaksanaan konstruksi.

"Kami pun di Danantara mempunyai komitmen yang sangat tinggi untuk bisa menyelesaikan kita groundbreaking pertama di Bali, kita akan peresmian juga pertama untuk PSEL ini di Bali, insyaallah," ujarnya.

Rosan menilai eksistensi PSEL bakal menjadi jalan keluar jitu guna mengurai polemik tumpukan sampah yang sepanjang ini membebani wilayah Bali. Baginya, fasilitas tersebut tidak sekadar menyusutkan volume sampah secara masif, tetapi juga membenahi komponen lingkungan, kesehatan, keselamatan, hingga sistem tata kelola pembuangan sampah.

Ia menjabarkan, mekanisme teknologi yang diadopsi oleh Weiming telah diimplementasikan di atas 50 negara serta cakap memproses aneka ragam jenis sampah, baik itu pasokan sampah baru maupun timbunan sampah lama. Rosan mengaku sempat melakukan peninjauan langsung ke beberapa fasilitas pengolahan sampah serupa di China, Jepang, serta beberapa negara lainnya.

Berdasarkan hasil pengamatannya, infrastruktur pengolahan tersebut sanggup beroperasi secara higienis tanpa memicu aroma bau ataupun gangguan bagi warga sekitar. 

Bahkan, ia memberi contoh salah satu pusat fasilitas di China didirikan di tengah-tengah kawasan hunian elite dengan kondisi lingkungan yang tetap terjaga asri. Kawasan di sekitar fasilitas itu pun turut didayagunakan selaku ruang publik, termasuk penyediaan taman bacaan serta wahana rekreasi bagi anak-anak.

Menurutnya, realitas tersebut diharapkan sanggup menggeser stigma publik terhadap tempat pengolahan sampah yang sepanjang ini telanjur identik dengan atmosfer kumuh dan berbau menyengat.

"Justru nanti kalau ini [PSEL] sudah jadi, itu akan mengubah cara pandang, cara kita melihat pengolahan sampah itu. Karena saya yakin ini akan bersih, tidak bau, dan juga justru akan menjadi salah satu tempat untuk bisa dipelajari, dikunjungi, dan bisa menjadi, kalau saya bilang tempat berguna lainnya untuk taman baca atau berkreasi dan lain-lain," tutur Rosan.

Danantara baru saja meluncurkan pembangunan megaproyek fasilitas PSEL Denpasar dengan sokongan modal investasi menyentuh angka Rp3 triliun. Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir mengutarakan bahwa peresmian itu sekaligus disemarakkan dengan penandatanganan kerja sama jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) selaku tonggak awal bergulirnya realisasi proyek waste to energy tersebut.

Merujuk pada penjelasan Pandu, PSEL Denpasar Raya kini mulai menapak ke fase krusial menuju tahapan konstruksi setelah proses penyaringan mitra dinyatakan tuntas. Pandu mengklaim, proyek strategis ini juga diestimasi sanggup menyerap kisaran 1.200 lapangan kerja ramah lingkungan (hijau) sekaligus memangkas tingkat keperluan lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) hingga sebesar 80%.

"Inisiatif ini bernilai Rp3 triliun, diperkirakan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau, serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%," katanya.

Pandu mengutarakan bahwa proyek PSEL Denpasar Raya diformulasikan untuk menuntaskan problem sampah. Proyek itu juga sanggup menyuplai pasokan energi bersih sekaligus menghadirkan dampak stimulus ekonomi bagi masyarakat Bali. Fasilitas modern ini bakal didirikan dengan berkiblat pada standar baku lingkungan European Industrial Emissions Directive (EU IED).

Berdasarkan penjelasan Pandu, eksistensi fasilitas pengolahan ini diproyeksikan mampu mereduksi emisi yang keluar dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga menyentuh 80% serta memangkas emisi karbon kisaran 640.000 ton CO2 setiap tahunnya.

Secara operasional, proyek ini ditargetkan sanggup mengolah di atas 500.000 ton sampah per tahun, atau setara dengan mengover lebih dari 40% total timbunan sampah di Bali. Dari sektor ketenagalistrikan, PSEL Denpasar Raya bakal memproduksi energi hijau yang memadai untuk menyuplai keperluan pasokan listrik kisaran 100.000 rumah tangga di Bali.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemenhub dan Prancis Perkuat Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil

Kemenhub dan Prancis Perkuat Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil

KKMP Cangakan Karanganyar Rilis Unit Usaha Kadempe lewat Swadaya

KKMP Cangakan Karanganyar Rilis Unit Usaha Kadempe lewat Swadaya

Tata Niaga Tidak Efisien Hambat Realisasi Impor Bawang Putih

Tata Niaga Tidak Efisien Hambat Realisasi Impor Bawang Putih

Penumpang KAI Naik di Semester I/2026, Didominasi Pengguna KRL

Penumpang KAI Naik di Semester I/2026, Didominasi Pengguna KRL

Mayoritas Pecahan Rp100.000, Puluhan Ribu Uang Palsu Dimusnahkan

Mayoritas Pecahan Rp100.000, Puluhan Ribu Uang Palsu Dimusnahkan