Sabtu, 11 Juli 2026

Kolaborasi RI-China, BPOM Kawal Inovasi Vaksin Dengue Berbasis mRNA

Kolaborasi RI-China, BPOM Kawal Inovasi Vaksin Dengue Berbasis mRNA
BPOM: Vaksin Dengue mRNA RI-China Perkuat Kemandirian Farmasi [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa peluncuran prototipe vaksin dengue berbasis mRNA membuktikan kapabilitas Indonesia dalam berinovasi menghadapi tantangan penyakit menular serta memperkokoh kemandirian nasional pada sektor farmasi dan bioteknologi.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa prototipe tersebut merupakan wujud kerja sama antara Universitas Indonesia (UI), Tsinghua University, dan PT Etana, yang didukung pendanaan oleh LPDP, Kemenkes, Kementerian Sains dan Teknologi China, BRIN, serta pendampingan regulatori dari BPOM.

"Dengue masih menjadi ancaman kesehatan yang serius, baik di tingkat global maupun nasional. Kondisi ini menuntut hadirnya inovasi yang lebih cepat, adaptif, dan berbasis ilmu pengetahuan, termasuk melalui pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA," ujar Taruna Ikrar.

Baca Juga

DPR Minta Kemendagri Selesaikan Polemik P3K Dirumahkan

Oleh karena itu, peluncuran prototipe ini dinilai sebagai tonggak krusial dalam memperkuat ekosistem riset kesehatan sekaligus implementasi kemitraan strategis Indonesia-China di bidang vaksin dan bioteknologi.

Ia menegaskan, hilirisasi riset kesehatan tidak hanya bertumpu pada peneliti dan industri, tetapi menuntut pelibatan regulator sejak tahap awal. Paradigma yang menganggap BPOM hanya berperan di tahap akhir izin edar harus segera diubah.

"Hilirisasi semua yang berhubungan dengan vaksin dan obat-obatan. Jangan berpikir BPOM hanya sebagai tukang stempel. BPOM harus dilibatkan sejak awal karena kami memahami standar, metode, dan karakteristik produk yang harus dipenuhi," katanya.

Taruna mengungkapkan banyak produk sebelumnya gagal karena BPOM baru dilibatkan di tahap akhir. Pihaknya memiliki standar regulasi global yang dapat membantu meningkatkan kualitas produk sejak awal pengembangan.

Taruna memberikan apresiasi kepada tim peneliti yang melibatkan BPOM sejak dini. Pendekatan ini diyakini mampu mempercepat pengembangan produk tanpa mengabaikan keamanan dan mutu.

"Dalam pengembangan vaksin ini, BPOM memiliki tekad untuk mendukung secara maksimal karena kami sedang berupaya menciptakan sejarah, yaitu mengembangkan vaksin mRNA pertama di dunia untuk penyakit demam berdarah," kata Taruna.

Sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, BPOM melakukan pengawasan menyeluruh dari tahap penelitian, uji klinik, hingga pascapasar. Langkah ini diwujudkan melalui mekanisme pendampingan agar regulator berfungsi sebagai mitra strategis bagi pihak peneliti dan industri.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

DPR Dorong Sinkronisasi Data Kebutuhan Guru dalam Penyusunan APBN 2027

DPR Dorong Sinkronisasi Data Kebutuhan Guru dalam Penyusunan APBN 2027

Respons Usulan Gaji Dosen, Kemdiktisaintek Lakukan Evaluasi Mendalam

Respons Usulan Gaji Dosen, Kemdiktisaintek Lakukan Evaluasi Mendalam

Brian Yuliarto Minta Penerima Beasiswa Garuda Jadi Petarung Tangguh

Brian Yuliarto Minta Penerima Beasiswa Garuda Jadi Petarung Tangguh

Prediksi Cuaca BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan

Prediksi Cuaca BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan

Tarif Transjakarta Diusulkan Naik, 15 Golongan Ini Tetap Gratis

Tarif Transjakarta Diusulkan Naik, 15 Golongan Ini Tetap Gratis