Sabtu, 11 Juli 2026

Rupiah Melemah ke Rp18.128 Imbas Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir

Rupiah Melemah ke Rp18.128 Imbas Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir
Rupiah Terperosok ke Rp18.128, Tertekan Isu Geopolitik Global [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar mata uang rupiah berakhir melemah atas dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi penutupan perdagangan Kamis (9/7/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan berakhirnya masa gencatan senjata dengan pihak Iran. 

Mengacu pada data perhitungan Doo Financial Futures, rupiah menyudahi perdagangan dengan pelemahan tipis senilai 0,63 persen ke posisi Rp18.128.

Bukan hanya melanda rupiah atas dolar AS, tren penyusutan pun dialami oleh beberapa mata uang di kawasan Asia lainnya. 

Baca Juga

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.066 per Dolar AS pada Kamis Pagi

Tekanan terdalam terhadap dolar AS dicatatkan oleh won Korea yang merosot sebesar 0,55 persen, disusul oleh dolar Taiwan yang juga turun senilai 0,45 persen, serta peso Filipina yang terkoreksi 0,19 persen.

Di sisi lain, sebagian mata uang Asia lainnya justru berhasil mencatatkan apresiasi terhadap dolar AS. Rupee India menguat sebesar 0,22 persen atas dolar AS, diikuti oleh yuan China yang naik 0,16 persen, yen Jepang melaju 0,15 persen, baht Thailand terangkat 0,14 persen, sedangkan di sisi lain mata uang yen Jepang terhadap dolar AS melemah 0,14 persen. 

Sementara itu, dolar Singapura atas dolar AS ikut terkerek 0,06 persen, sedangkan ringgit Malaysia dan dolar Hong Kong terpantau menguat tipis masing-masing senilai 0,04 persen dan 0,01 persen.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memaparkan bahwa nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan besar dalam perdagangan hari ini. 

Mata uang Garuda ditutup di zona merah akibat terimbas perpaduan antara melemahnya sentimen domestik serta melonjaknya ketegangan geopolitik global.

Faktor pemicu dari dalam negeri datang dari penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) serta perlambatan pada sektor penjualan ritel Indonesia, yang memicu kekhawatiran seputar daya beli masyarakat beserta prospek konsumsi domestik.

 Situasi tersebut menurunkan ketertarikan para investor terhadap aset-aset keuangan yang berdenominasi rupiah.

"Sementara itu, tekanan dari eksternal datang dari meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Kondisi geopolitik kembali memanas pasca-pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memproklamasikan berakhirnya gencatan senjata, sehingga memicu eskalasi kecemasan pasar atas potensi meluasnya konflik di wilayah tersebut.

Kendati tidak terdapat agenda publikasi data ekonomi krusial baik dari ranah domestik maupun global pada esok hari, para pelaku pasar diperkirakan bakal tetap memantau secara saksama dinamika situasi geopolitik di Timur Tengah selaku kompas utama penggerak pasar valuta asing. 

Di samping itu, kalangan penanam modal juga akan terus menakar efek pelemahan indikator ekonomi dalam negeri terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa bulan ke depan.

Melalui kombinasi aneka sentimen tersebut, arah pergerakan rupiah diperkirakan masih berada dalam belenggu tekanan. 

Nilai tukar diproyeksikan bakal bergerak pada rentang area Rp18.050 sampai Rp18.200 per dolar AS dalam sesi perdagangan selanjutnya, selaras dengan masih tingginya tingkat permintaan terhadap dolar AS di tengah naiknya ketidakpastian global.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

OJK: Ekonomi Kota Cirebon Butuh Masyarakat Melek Finansial

OJK: Ekonomi Kota Cirebon Butuh Masyarakat Melek Finansial

Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Rp17.950-Rp18.050 per Dolar AS Hari Ini

Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Rp17.950-Rp18.050 per Dolar AS Hari Ini

Daftar Harga Emas Perhiasan di Lakuemas dan Rajaemas, 9 Juli 2026

Daftar Harga Emas Perhiasan di Lakuemas dan Rajaemas, 9 Juli 2026

Harga Buyback Emas Antam Turun ke Rp2.383.000 Hari Ini

Harga Buyback Emas Antam Turun ke Rp2.383.000 Hari Ini

Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini, 9 Juli 2026

Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini, 9 Juli 2026