Sabtu, 11 Juli 2026

OJK: Ekonomi Kota Cirebon Butuh Masyarakat Melek Finansial

OJK: Ekonomi Kota Cirebon Butuh Masyarakat Melek Finansial
OJK Cirebon Gandeng Jaka Rara 2026 Jadi Agen Edukasi Keuangan [FOTO: NET].

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa roda pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon dipandang tidak bisa sekadar bertumpu pada ceruk sektor perdagangan, jasa, investasi, serta pariwisata semata. 

Di kala tren digitalisasi instrumen keuangan terus melesat dibarengi dengan maraknya aksi penipuan maupun investasi bodong, mutu Sumber Daya Manusia yang piawai dalam memanajemeni dana secara bijaksana menjadi instrumen krusial dalam mengawal ketahanan ekonomi masyarakat.

Situasi tersebut memicu Kantor Otoritas Jasa Keuangan (KOJK) Cirebon untuk mengeskalasi jangkauan program literasi keuangan dengan merangkul bermacam elemen masyarakat, termasuk kelompok generasi muda. 

Baca Juga

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.066 per Dolar AS pada Kamis Pagi

Langkah teranyar, OJK memberikan pembekalan materi literasi keuangan bagi 22 finalis Jaka Rara Kota Cirebon 2026 sekaligus mengukuhkan mereka untuk menjadi motor penggerak edukasi finansial di tengah lingkungan masyarakat.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib memaparkan bahwa eskalasi literasi keuangan telah menjelma menjadi sebuah urgensi yang mendesak lantaran publik saat ini dihadapkan pada opsi produk serta layanan sektor keuangan yang kian rumit.

"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor keuangan, literasi keuangan bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan yang tepat, memahami manfaat sekaligus risiko setiap produk dan layanan jasa keuangan," ucap Agus, Kamis (9/7/2026).

Menurut pandangannya, kecakapan dalam mengelola keuangan bukan sekadar berimbas pada taraf personal individu, namun turut mendikte tingkat ketahanan ekonomi keluarga serta publik dalam skala makro. 

Bagi wilayah yang roda ekonominya bersandar pada sektor perdagangan dan jasa layaknya Kota Cirebon, tingkat pemahaman finansial memegang peran sebagai salah satu fundamen krusial dalam pembangunan ekonomi.

Masyarakat yang paham cara mengelola dana cenderung mempunyai kecakapan untuk menabung, berinvestasi, memanfaatkan jalur pembiayaan resmi, serta memitigasi risiko keuangan secara lebih terukur. 

Sebaliknya, minimnya pengetahuan finansial berisiko memperlebar tingkat kerentanan masyarakat terhadap jeratan investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga bermacam modus penipuan digital.

Pihak OJK lewat aneka agenda edukasinya di area Ciayumajakuning konsisten menyuarakan krusialnya pemahaman publik terhadap keabsahan produk dan layanan jasa keuangan yang berizin selaku bagian dari langkah mengeskalasi inklusi keuangan. 

Agus menambahkan bahwa kelompok generasi muda memegang posisi yang strategis untuk memacu penyebaran edukasi tersebut lantaran ditopang oleh ekosistem jaringan sosial yang luas serta karakternya yang dekat dengan dinamika teknologi digital.

"Generasi muda bukan hanya calon pemimpin masa depan, tetapi juga agen perubahan yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku masyarakat," ujarnya.

Di samping itu, penguatan pemahaman finansial pun dipandang penting guna mengeskalasi kualitas konsumsi publik. 

Di tengah situasi ekonomi yang diselimuti ketidakpastian, kecakapan untuk memilah antara kebutuhan esensial dan sekadar keinginan menjadi salah satu benteng utama dalam mengawal stabilitas keuangan rumah tangga.

Sebelumnya, OJK juga telah memformulasikan bermacam program edukasi keuangan yang menyasar kelompok pelajar, kaum perempuan, kelompok nelayan, warga pedesaan, hingga kalangan media massa. 

Langkah masif tersebut digulirkan lantaran problem literasi keuangan tidak melulu berbicara seputar akses ke layanan keuangan saja, namun juga berkelindan dengan pola determinasi keputusan ekonomi masyarakat dalam keseharian.

"Bagi pelaku usaha mikro dan keluarga berpenghasilan menengah ke bawah, kemampuan mengelola pendapatan secara terencana menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi rumah tangga," ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon Agus Sukmanjaya berpandangan bahwa pemberian edukasi keuangan ini merupakan bagian dari langkah taktis untuk mengeskalasi kualitas sumber daya manusia di daerah. 

Menurut dia, geliat pembangunan ekonomi tidak bisa semata-mata dihitung berdasarkan besarnya arus modal investasi yang mengalir masuk ataupun volume pelancong yang berkunjung, melainkan dari kemauan dan kemampuan warga lokal dalam mengoptimalisasikan peluang ekonomi secara produktif.

"Melalui pelibatan generasi muda, edukasi keuangan diharapkan dapat menjangkau sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga ruang digital yang selama ini menjadi tempat interaksi utama masyarakat," kata Agus.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Rupiah Melemah ke Rp18.128 Imbas Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir

Rupiah Melemah ke Rp18.128 Imbas Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir

Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Rp17.950-Rp18.050 per Dolar AS Hari Ini

Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Rp17.950-Rp18.050 per Dolar AS Hari Ini

Daftar Harga Emas Perhiasan di Lakuemas dan Rajaemas, 9 Juli 2026

Daftar Harga Emas Perhiasan di Lakuemas dan Rajaemas, 9 Juli 2026

Harga Buyback Emas Antam Turun ke Rp2.383.000 Hari Ini

Harga Buyback Emas Antam Turun ke Rp2.383.000 Hari Ini

Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini, 9 Juli 2026

Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini, 9 Juli 2026