Sabtu, 11 Juli 2026

Mengenal "Waiting Mode", Saat Pikiran Terjebak Ketidakpastian

Mengenal
Apa Itu "Waiting Mode"? Kondisi Pikiran Tertahan Ketidakpastian [FOTO: NET].

JAKARTA - Pernahkah merasa sukar untuk fokus atau menuntaskan aktivitas apa pun sekadar lantaran tengah menanti hasil ujian, balasan chat, atau agenda pemeriksaan medis? Di dalam dunia psikologi, situasi ini populer dengan sebutan "waiting mode".

Disadur dari Psychology Today pada Kamis (9/7/2026), waiting mode mengilustrasikan sebuah fase tatkala seseorang merasa seakan-akan roda kehidupannya mandek lantaran terdapat suatu hal yang belum pasti. 

Efeknya, konsentrasi, daya, serta kapabilitas untuk fokus habis tersedot oleh urusan yang tengah dinanti, walaupun sejatinya belum ada langkah yang mesti diperbuat pada momen tersebut.

Baca Juga

Bukan Sekadar Kelelahan, Ini Penyebab Fatal Saat Berolahraga

Terminologi waiting mode sejatinya memang belum terdaftar selaku diagnosis formal di dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM). 

Gejala ini pada awalnya lebih familier di kalangan kelompok penyandang attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), lantaran dipandang sebagai mekanisme otak demi meminimalkan risiko terlupa atas janji maupun kewajiban yang bakal datang.

Akan tetapi, fase tersebut tidak melulu dirasakan oleh para penyandang ADHD. Waiting mode pun bisa menjangkiti individu yang didera kecemasan, mempunyai kepribadian perfeksionis, atau terlampau protektif dalam melewati kesibukan sehari-hari.

Salah satu elemen yang ditengarai ikut andil ialah intolerance of uncertainty atau ketidakmampuan berkompromi dengan ketidakpastian. Gejala ini telah jamak dianalisis selaku elemen yang berhubungan dengan aneka gangguan kecemasan serta depresi.

 Individu dengan kadar intolerance of uncertainty yang pekat condong lebih kepayahan merespons keadaan yang konklusinya belum bisa diterka, sehingga kian gampang terperangkap dalam kecemasan.

Pada kelompok orang tertentu, waiting mode bisa berkorelasi dengan rentetan memori traumatis pada masa lampau. 

Rekam jejak kehidupan di dalam ekosistem yang labil atau sarat ketidakpastian dapat memicu seseorang menjadi teramat waspada atas situasi yang belum memegang kejelasan.

Waiting mode dapat mereda tatkala seseorang mulai merelakan bahwa tidak segenap perkara bisa dipastikan atau disetir. Melalui jalan tersebut, seseorang dapat konsisten melakoni rutinitas harian tanpa mesti menanti seluruh problematika rampung.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tak Perlu Banyak Parfum, EDP Unisex Cocok untuk Berbagai Kesempatan

Tak Perlu Banyak Parfum, EDP Unisex Cocok untuk Berbagai Kesempatan

Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Meningkat, Sektor Pariwisata Menguat

Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Meningkat, Sektor Pariwisata Menguat

Setelah Empat Tahun Berpacaran, IU dan Lee Jong Suk Putus

Setelah Empat Tahun Berpacaran, IU dan Lee Jong Suk Putus

Psikolog Jelaskan Penyebab

Psikolog Jelaskan Penyebab "Sunday Scaries" Usai Akhir Pekan

5 Hobi Menyenangkan untuk Melepas Penat Setelah Lelah Bekerja

5 Hobi Menyenangkan untuk Melepas Penat Setelah Lelah Bekerja