Senin, 13 Juli 2026

Mentrans Targetkan Jepang Jadi Pasar Ekspor Mangga Jawa Timur

Mentrans Targetkan Jepang Jadi Pasar Ekspor Mangga Jawa Timur
Mentrans Bidik Ekspor Mangga Jawa Timur Tembus Pasar Jepang [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menargetkan Jepang sebagai pasar ekspor baru untuk komoditas mangga asal Jawa Timur lewat pengembangan kawasan berbasis produk unggulan serta penuntasan kendala teknis perdagangan.

Ia mengungkapkan jika Jepang menjadi salah satu sasaran prioritas lantaran mempunyai permintaan yang tinggi terhadap buah bermutu tinggi. Walakin, akses ekspor mangga dari Indonesia menuju negara tersebut masih menjumpai rentetan kriteria teknis, teristimewa yang berhubungan dengan penanggulangan lalat buah.

"Salah satu tantangan utamanya adalah masalah lalat buah. Kami sedang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasinya. Memang membutuhkan biaya, tetapi saya yakin kalau hambatan ini bisa diselesaikan, pasar Jepang akan terbuka dan masyarakat Jepang akan menyukai mangga Indonesia," kata Iftitah dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin (13/06/2026).

Baca Juga

Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

Mentrans mengutarakan perkara itu sewaktu menghadiri gelaran Festival Ekosistem Ekonomi Digital di Surabaya, Jawa Timur.

Ia mengemukakan bahwa penuntasan kendala tersebut bakal menguak peluang pasar yang kian lapang bagi komoditas mangga Indonesia sekaligus mendongkrak nilai tambah bagi para petani serta pelaku bisnis di daerah.

Iftitah menganggap mangga alpukat dari Pasuruan maupun mangga arumanis dari Probolinggo, Jawa Timur mempunyai daya saing yang tinggi dan berpeluang menjelma sebagai salah satu komoditas hortikultura andalan Indonesia di pasar dunia.

"Saya pernah mencicipi mangga dari berbagai negara, mulai dari Pakistan, Thailand, India, China, Meksiko sampai Brasil. Tapi menurut saya, tidak ada yang mengalahkan manisnya mangga Jawa Timur," ujarnya.

Mentrans menjabarkan bahwa dirinya kerap mengirimkan produk mangga asal Jawa Timur kepada Duta Besar Amerika Serikat (AS), China, Australia, beserta sejumlah negara sahabat guna mengenalkan mutu dari komoditas tersebut. Menurut dia, umpan balik yang diperoleh sampai saat ini terhitung sangat positif.

"Mereka menyukai mangga dari Jawa Timur," ungkap Iftitah.

Ia membeberkan bahwa Kementerian Transmigrasi bersama kementerian dan lembaga terkait tengah menggodok pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan demi membangun mata rantai nilai dari fase budi daya, pemrosesan, hingga niaga dan ekspor.

Iftitah menggarisbawahi bahwa tiap-tiap kawasan bakal digarap selaras dengan potensi utama yang dipunyai, baik itu mangga, durian, kelapa, ataupun komoditas lainnya.

“Kalau suatu daerah unggul di mangga, maka kami bangun ekosistem mangga. Begitu juga dengan kelapa dan komoditas lainnya. Setiap kawasan harus dikembangkan sesuai potensi yang dimiliki,” ucapnya.

Langkah tersebut, sambung dia, menjadi bagian dari proses transformasi transmigrasi yang tidak lagi cuma berfokus terhadap perpindahan penduduk, melainkan juga pada pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi yang baru.

Pengembangan kawasan itu diharapkan sanggup menciptakan lapangan kerja baru, mendongkrak produktivitas, serta memperbesar nilai tambah dari komoditas lokal bagi masyarakat sekitar.

"Kami ingin kawasan transmigrasi menjadi kawasan ekonomi yang berkembang sesuai potensi daerahnya,” tutur Iftitah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik kolaborasi itu dan berpandangan bahwa penguatan daya saing produk andalan daerah memerlukan sinergisitas antara pemerintah, pelaku usaha, media, serta kreator digital.

“Kalau ingin menciptakan sesuatu yang besar, kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi. Pemerintah, dunia usaha, media, dan kreator digital harus berjalan bersama agar potensi daerah bisa dikenal lebih luas,” ungkap Emil.

Ia menerangkan bahwa promosi lewat media sosial serta konten digital sanggup memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkokoh citra produk andalan Indonesia di kancah global.

Lebih jauh, Kementerian Transmigrasi menaruh harapan agar pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan ini dapat memicu lebih banyak produk daerah menembus pasar ekspor dan menjelma menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pada April 2024, Badan Karantina Indonesia (Barantin) sempat mengumumkan bahwa Jepang mempunyai potensi pasar mangga berkisar 7.000 ton per tahun dengan nilai ekonomi yang diprediksi menyentuh Rp140 miliar.

Kala itu, Indonesia diestimasikan sanggup memasok berkisar 600 ton mangga pada fase awal jika seluruh kriteria teknis ekspor dapat dipenuhi.

Barantin pun menyebutkan bahwa akses ekspor mangga menuju Jepang memerlukan pemenuhan sederet persyaratan teknis, di antaranya pendaftaran kebun, rumah kemas, serta sarana perlakuan karantina demi menjamin buah steril dari lalat buah.

Ketentuan tersebut selaras dengan langkah yang waktu ini tengah digalakkan oleh Kementerian Transmigrasi guna menguak akses pasar ekspor mangga Jawa Timur menuju Jepang.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

emenekraf: JKN Jaga Produktivitas 27,4 Juta Pelaku Ekraf

emenekraf: JKN Jaga Produktivitas 27,4 Juta Pelaku Ekraf

Agrinas Palma Bangun Ekosistem Perkebunan Berbasis Koperasi

Agrinas Palma Bangun Ekosistem Perkebunan Berbasis Koperasi

Update Harga Pangan Strategis Nasional: Cabai Rawit Rp57.250/kg

Update Harga Pangan Strategis Nasional: Cabai Rawit Rp57.250/kg

Pameran D-8 Halal Expo Indonesia Catat Transaksi Rp242,6 Miliar

Pameran D-8 Halal Expo Indonesia Catat Transaksi Rp242,6 Miliar

Kemenkes Gandeng Takeda Perkuat Ketahanan Produk Plasma Nasional

Kemenkes Gandeng Takeda Perkuat Ketahanan Produk Plasma Nasional