Rabu, 15 Juli 2026

Pimblett Berharap UFC Gelar Lagi Turnamen Satu Malam

Pimblett Berharap UFC Gelar Lagi Turnamen Satu Malam
Pimblett Berharap UFC Gelar Lagi Turnamen Satu Malam

JAKARTA - Petarung UFC asal Inggris, Paddy Pimblett, mengungkapkan keinginannya agar UFC kembali menggelar turnamen satu malam seperti era awal kompetisi tersebut. Menurutnya, konsep di mana petarung harus bertanding beberapa kali dalam satu hari akan menjadi pengalaman yang seru dan menantang.

“Saya selalu ingin melakukan turnamen satu malam. Namun saat ini hal tersebut tidak akan terjadi,” ujar Pimblett.
Ia menambahkan, “Saya harap mereka [UFC] mau mewujudkannya. Saya senang bila mampu menjalani tiga pertandingan dalam satu malam atau bahkan hanya dua laga, namun saat ini mereka tidak mau melakukannya lagi.”

Pernyataan Pimblett mengingatkan kembali pada format klasik UFC. Pada era awal, UFC memang menggelar turnamen yang berlangsung dalam satu malam. Misalnya, pada UFC 1, Royce Gracie berhasil merebut gelar juara setelah bertarung tiga kali dalam satu hari.

Baca Juga

PTPP Raih Kontrak Proyek Tower 4 ITS Senilai Rp151,9 Miliar

Format Lama Dihapus demi Keselamatan Petarung

Di masa awal, UFC menggunakan aturan yang jauh lebih longgar dibandingkan sekarang. Tidak ada sarung tinju, batas waktu, atau peraturan ketat seperti saat ini. Meski menarik bagi penonton, risiko cedera serius bagi petarung sangat tinggi.

Sejak 1999, UFC menghentikan format turnamen satu malam untuk meningkatkan keselamatan para atletnya. Sistem kompetisi kemudian berubah menjadi pertandingan tunggal yang terjadwal, dengan protokol medis dan regulasi yang lebih ketat.

Bagi Pimblett, keinginan untuk merasakan turnamen satu malam bukan semata-mata soal nostalgia, tetapi juga tantangan fisik dan mental. Ia mengaku siap jika kesempatan itu datang, meski ia menyadari peluangnya kecil karena UFC kini lebih fokus pada keselamatan dan komersialisasi.

Pimblett Terus Bersinar di Kelas Ringan

Paddy Pimblett, kelahiran 1995, bergabung dengan UFC pada 2021 dan sejauh ini belum terkalahkan dalam tujuh laga. Rekor profesionalnya mencatat 23 kemenangan dan 3 kekalahan. Ia berhasil menaklukkan sejumlah lawan tangguh, termasuk Tony Ferguson dan Michael Chandler.

Dengan performa gemilang tersebut, Pimblett kini berada di peringkat sembilan penantang kelas ringan UFC. Banyak pengamat menilai ia punya potensi besar untuk menembus jajaran elite dan bahkan menjadi calon juara masa depan.

Bagi Pimblett, impian bertarung dalam format satu malam mungkin hanyalah angan, tetapi semangatnya untuk terus tampil memikat di octagon tetap menjadi fokus utama. Sementara itu, UFC kemungkinan besar akan tetap mempertahankan format modern yang lebih aman bagi petarung.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Membuat Ayam Besengek, Lauk Tradisional dengan Kuah Santan Gurih

Cara Membuat Ayam Besengek, Lauk Tradisional dengan Kuah Santan Gurih

Krim Mata vs Pelembap Wajah: Mana yang Benar-benar Dibutuhkan?

Krim Mata vs Pelembap Wajah: Mana yang Benar-benar Dibutuhkan?

Wali Kota New York Konfirmasi Taylor Swift Lunasi Biaya Pengamanan

Wali Kota New York Konfirmasi Taylor Swift Lunasi Biaya Pengamanan

Cara Membuat Ceker Ayam Mercon Pedas Gurih yang Anti Gagal

Cara Membuat Ceker Ayam Mercon Pedas Gurih yang Anti Gagal

Intip Rutinitas Erling Haaland: Asupan 6.000 Kalori hingga Terapi Cahaya

Intip Rutinitas Erling Haaland: Asupan 6.000 Kalori hingga Terapi Cahaya