Sabtu, 21 Maret 2026

OJK Ungkap Piutang Pembiayaan Multifinance Tembus Rp501,37 Triliun per November 2024

OJK Ungkap Piutang Pembiayaan Multifinance Tembus Rp501,37 Triliun per November 2024
OJK Ungkap Piutang Pembiayaan Multifinance Tembus Rp501,37 Triliun per November 2024

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa piutang pembiayaan dari perusahaan multifinance mencapai Rp501,37 triliun per November 2024. 

Informasi ini disampaikan oleh Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan yang digelar pada Selasa, 7 Januari 2025.

Pencapaian angka piutang tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 7,27% secara year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Outstanding pembiayaan per November 2024 terus meningkat 7,27% yoy menjadi Rp501,37 triliun," ujar Agusman, Rabu, 8 Januari 2025.

Meskipun terdapat peningkatan secara tahunan, angka ini mengalami perlambatan bila dibandingkan dengan posisi piutang pembiayaan pada Oktober 2024 yang tercatat sebesar Rp501,89 triliun.

Kenaikan Tingkat Kredit Bermasalah

Dalam kesempatan yang sama, OJK juga memberikan perhatian khusus kepada tingkat non-performing financing (NPF) yang mengalami sedikit peningkatan pada bulan November 2024. Rasio NPF gross di sektor pembiayaan berada di angka 2,71%, lebih tinggi dibandingkan 2,60% pada Oktober 2024. Walaupun mengalami peningkatan, rasio tersebut masih jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan OJK sebesar 5%.

Agusman menjelaskan bahwa kendati ada peningkatan, kondisi ini masih dalam batas aman. "NPF netto juga menunjukkan kenaikan menjadi 0,81% dari sebelumnya 0,77% pada Oktober 2024," tambahnya.

Penurunan Gearing Ratio

Selain peningkatan piutang pembiayaan dan NPF, OJK juga melaporkan bahwa gearing ratio perusahaan pembiayaan mengalami penurunan menjadi 2,30 kali pada November 2024, dari 2,34 kali pada bulan Oktober 2024. Gearing ratio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utangnya.

Meskipun mengalami penurunan, angka tersebut tetap jauh di bawah batas maksimum yang diperbolehkan oleh OJK yaitu 10 kali. "Masih berada di bawah batas maksimum 10 kali," kata Agusman, menegaskan stabilitas dan kesehatan finansial perusahaan pembiayaan.

Baca Juga

Panduan Lengkap Cek Bansos PKH dan BPNT Maret 2026 Secara Online Agar Tidak Tertipu Link Palsu di Media Sosial

Tri Kismayanti

Tri Kismayanti

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Cek Dana PIP 2026 Secara Online Lengkap Dengan Syarat Pencairan dan Daftar Bank Penyalur Resmi

Cara Cek Dana PIP 2026 Secara Online Lengkap Dengan Syarat Pencairan dan Daftar Bank Penyalur Resmi

Panduan Lengkap Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan Agar Sah Secara Hukum Beserta Syarat dan Biaya Resmi Terbaru

Panduan Lengkap Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan Agar Sah Secara Hukum Beserta Syarat dan Biaya Resmi Terbaru

Daftar Lengkap Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini Beserta Jam Operasional dan Syarat Bayar Pajak Kendaraan

Daftar Lengkap Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini Beserta Jam Operasional dan Syarat Bayar Pajak Kendaraan

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Enam Provinsi dan Lima Kota Besar Senin 16 Maret 2026

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Enam Provinsi dan Lima Kota Besar Senin 16 Maret 2026

Daftar Lengkap Lokasi SPKLU di Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra untuk Mudik Lebaran 2026 Naik Mobil Listrik

Daftar Lengkap Lokasi SPKLU di Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra untuk Mudik Lebaran 2026 Naik Mobil Listrik