Minggu, 12 Juli 2026

UMKM Binaan BCA Bidik Pasar Ekspor Rp 110,9 Miliar

UMKM Binaan BCA Bidik Pasar Ekspor Rp 110,9 Miliar
UMKM Binaan BCA Bidik Pasar Ekspor Rp 110,9 Miliar

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pasar internasional bagi UMKM binaannya. 

Pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 bulan Oktober, bank ini membawa 19 UMKM untuk menampilkan produk unggulan mereka.

Keikutsertaan di TEI menjadi sarana strategis untuk membuka jejaring dagang baru dan meningkatkan potensi ekspor melalui penguatan kapasitas usaha, sekaligus membangun branding UMKM Indonesia di mata pasar global.

Baca Juga

Perkuat Ekosistem Digital, DSSA Gelontorkan Rp8,54 Triliun ke BMT

Peluang Ekspor dan Business Matching

Selama lima hari penyelenggaraan TEI (15–19 Oktober), BCA mencatat 185 sesi business matching yang melibatkan pelaku UMKM binaan. Dari kegiatan ini, tercatat peluang jejaring dagang ke 33 negara dengan potensi nilai ekspor mencapai Rp 110,9 miliar.

Negara yang menunjukkan minat terbesar antara lain India, Malaysia, Australia, Bangladesh, dan Singapura. Produk yang paling diminati mencakup kopi, coklat, serta rempah-rempah, menegaskan permintaan global terhadap produk khas Indonesia.

Kesepakatan Dagang dan Nilai MoU

Sejumlah UMKM binaan BCA berhasil menandatangani kesepakatan dagang (MoU) dengan mitra internasional. Total nilai MoU mencapai lebih dari Rp 12,4 miliar, mencakup produk edamame, bawang, gula kelapa, kopi, dan rempah.

Negara tujuan ekspor termasuk Jerman, Belanda, Rusia, Hong Kong, dan Malaysia. Kesepakatan ini tidak hanya membuka peluang bisnis, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan program inkubasi UMKM BCA dalam menjangkau pasar global.

Program BCA Go Export dan Sertifikasi Halal

Partisipasi UMKM dalam TEI 2025 merupakan bagian dari program inkubasi BCA Go Export yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas usaha dan akses pasar luar negeri. Selain itu, program ini juga memberikan pelatihan dan fasilitasi sertifikasi halal.

Sepanjang 2023–2024, program ini telah menghasilkan lebih dari 3.000 sertifikat halal, dan pada 2025 ditargetkan bertambah 2.000 sertifikat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar ekspor yang semakin menuntut standar kualitas dan sertifikasi global.

BCA menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program ini agar lebih banyak UMKM dapat menembus pasar ekspor. Upaya ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen produk unggulan di kancah internasional.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kelola 4,11 Juta Hektare Aset, Agrinas Palma Raih Surplus Rp2,86 T

Kelola 4,11 Juta Hektare Aset, Agrinas Palma Raih Surplus Rp2,86 T

Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Lewat 29 Bendungan

Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Lewat 29 Bendungan

Diresmikan Prabowo, Bendungan Sidan dan Keureuto Perkuat Ketahanan Air

Diresmikan Prabowo, Bendungan Sidan dan Keureuto Perkuat Ketahanan Air

BSI Perkuat Ekosistem Halal Global di HEI 2026 Melalui Solusi Finansial Terintegrasi

BSI Perkuat Ekosistem Halal Global di HEI 2026 Melalui Solusi Finansial Terintegrasi

Inovasi Lean Construction PTPP Jadi Referensi Internasional

Inovasi Lean Construction PTPP Jadi Referensi Internasional