Senin, 13 Juli 2026

Mendag: Skema Barter Dagang Bantu Kurangi Kebutuhan Dolar AS

Mendag: Skema Barter Dagang Bantu Kurangi Kebutuhan Dolar AS
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa skema imbal dagang atau barter menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi kebutuhan dolar AS sekaligus menekan tren pelemahan nilai tukar rupiah. Pemerintah mulai mengintensifkan kerja sama ini dengan sejumlah negara, salah satunya Filipina.

“Salah satu cara agar pengeluaran dolar AS tidak terlalu banyak adalah dengan melakukan barter,” kata Budi usai Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Indonesia dan Filipina telah menjajaki kerja sama imbal dagang komoditas abaka dengan tekstil, serta bijih besi dengan baja. Nilai kerja sama tersebut mencapai sekitar 350 juta dolar AS atau setara dengan Rp6,3 triliun. 

Baca Juga

Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

Budi menjelaskan bahwa skema ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan devisa untuk impor karena transaksi dilakukan melalui pertukaran barang secara langsung. “Kami harapkan nanti ada produk lain. Imbal dagang bisa membantu mengurangi kebutuhan dolar AS,” ujarnya.

Selain mendorong barter, pemerintah terus memantau harga barang impor di tengah pelemahan rupiah agar tidak membebani masyarakat. Budi menegaskan bahwa pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap potensi lonjakan harga. 

Sebelumnya, pemerintah juga telah memberikan relaksasi berupa pembebasan bea masuk untuk sejumlah komoditas, seperti bahan baku plastik dan liquified petroleum gas (LPG), guna menjaga stabilitas harga domestik.

Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas antisipasi tren pelemahan nilai tukar rupiah yang bergerak dari kisaran Rp16.800 per dolar AS pada Januari 2026 menjadi sekitar Rp18.000 per dolar AS pada awal Juni ini, yang dinilai meningkatkan tekanan terhadap komoditas impor pangan. 

Sebagai langkah penguatan devisa, pemerintah juga terus mendorong diversifikasi skema perdagangan dan peningkatan kinerja ekspor nasional. "Kalau ekspor banyak, berarti pemasukan devisa juga banyak," pungkas Budi.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

emenekraf: JKN Jaga Produktivitas 27,4 Juta Pelaku Ekraf

emenekraf: JKN Jaga Produktivitas 27,4 Juta Pelaku Ekraf

Mentrans Targetkan Jepang Jadi Pasar Ekspor Mangga Jawa Timur

Mentrans Targetkan Jepang Jadi Pasar Ekspor Mangga Jawa Timur

Agrinas Palma Bangun Ekosistem Perkebunan Berbasis Koperasi

Agrinas Palma Bangun Ekosistem Perkebunan Berbasis Koperasi

Update Harga Pangan Strategis Nasional: Cabai Rawit Rp57.250/kg

Update Harga Pangan Strategis Nasional: Cabai Rawit Rp57.250/kg

Pameran D-8 Halal Expo Indonesia Catat Transaksi Rp242,6 Miliar

Pameran D-8 Halal Expo Indonesia Catat Transaksi Rp242,6 Miliar