Jumat, 10 Juli 2026

BCA Pastikan Penyaluran Kredit Sindikasi Tetap Pertimbangkan Risiko

BCA Pastikan Penyaluran Kredit Sindikasi Tetap Pertimbangkan Risiko
PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu penyalur kredit sindikasi terbesar di Indonesia. 

Berdasarkan data Bloomberg per 11 Juni 2026, BCA menempati peringkat keempat bank penyalur kredit sindikasi nasional dengan total nilai mencapai US$ 1,24 miliar dari total keseluruhan kredit sindikasi nasional sebesar US$ 12,89 miliar. 

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Heryn, menegaskan komitmen perseroan dalam mendorong pertumbuhan kredit sindikasi ke berbagai sektor strategis guna mendukung perekonomian nasional.

Baca Juga

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.066 per Dolar AS pada Kamis Pagi

"Pada prinsipnya, BCA berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia dengan menyalurkan kredit sindikasi ke berbagai sektor strategis," ujar Hera kepada Kontan, Kamis (11/6/2026). 

Ia memastikan bahwa dalam setiap penyaluran kredit sindikasi, BCA selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan faktor risiko, posisi likuiditas, serta kondisi modal bank. 

Pendekatan ini dilakukan agar penyaluran kredit tetap terukur dan selaras dengan prospek pertumbuhan bisnis bank.

Hera menambahkan bahwa BCA cenderung lebih selektif dalam memilih proyek-proyek strategis untuk dibiayai, terutama yang berpotensi memperkuat bisnis inti perseroan. 

Ke depannya, ia memproyeksikan bahwa tren penyaluran kredit sindikasi BCA akan tetap bergerak dinamis seiring dengan perkembangan situasi serta kondisi perekonomian nasional.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

OJK: Ekonomi Kota Cirebon Butuh Masyarakat Melek Finansial

OJK: Ekonomi Kota Cirebon Butuh Masyarakat Melek Finansial

Rupiah Melemah ke Rp18.128 Imbas Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir

Rupiah Melemah ke Rp18.128 Imbas Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir

Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Rp17.950-Rp18.050 per Dolar AS Hari Ini

Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Rp17.950-Rp18.050 per Dolar AS Hari Ini

Daftar Harga Emas Perhiasan di Lakuemas dan Rajaemas, 9 Juli 2026

Daftar Harga Emas Perhiasan di Lakuemas dan Rajaemas, 9 Juli 2026

Harga Buyback Emas Antam Turun ke Rp2.383.000 Hari Ini

Harga Buyback Emas Antam Turun ke Rp2.383.000 Hari Ini