Jumat, 10 Juli 2026

Meski Bunga Menarik, KB Bank Pastikan Pembelian SRBI Selektif

Meski Bunga Menarik, KB Bank Pastikan Pembelian SRBI Selektif

JAKARTA - PT Bank KB Tbk (KB Bank) menegaskan bahwa arah kebijakan kepemilikan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) ke depan akan tetap bersifat selektif dan adaptif. 

Penempatan dana pada instrumen ini akan disesuaikan dengan kondisi likuiditas, perkembangan penyaluran kredit, serta dinamika pasar keuangan terkini. 

Saat ini, SRBI menjadi instrumen yang diminati perbankan dengan tawaran bunga di kisaran 7,1%–8,65%.

Baca Juga

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.066 per Dolar AS pada Kamis Pagi

Presiden Direktur KB Bank, Kunardy Darma Lie, menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, porsi kepemilikan SRBI berpotensi meningkat. 

Hal ini didorong oleh imbal hasil yang kompetitif serta fungsinya sebagai instrumen penjaga likuiditas di tengah pertumbuhan permintaan kredit yang masih moderat. 

Hingga Mei 2026, nilai surat berharga KB Bank tercatat mencapai Rp 20,01 triliun, tumbuh 6,09% secara tahunan (year-on-year).

Namun, Kunardy mengungkapkan bahwa dalam jangka menengah, KB Bank siap mengurangi porsi SRBI jika ekspansi kredit perbankan mulai menunjukkan penguatan signifikan. 

Dalam skenario tersebut, dana yang saat ini ditempatkan pada SRBI akan dialihkan untuk mendanai sektor-sektor produktif. "Proyeksi kepemilikan SRBI ke depan bersifat selektif dan adaptif," ujar Kunardy kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).

Strategi pengelolaan aset ini tidak bersifat tetap, melainkan akan terus menyesuaikan diri dengan kebijakan moneter Bank Indonesia, tren suku bunga global, serta persaingan penghimpunan dana di pasar domestik. 

Melalui pendekatan ini, KB Bank berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas likuiditas, profitabilitas, dan komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan pembiayaan nasional.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

OJK: Ekonomi Kota Cirebon Butuh Masyarakat Melek Finansial

OJK: Ekonomi Kota Cirebon Butuh Masyarakat Melek Finansial

Rupiah Melemah ke Rp18.128 Imbas Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir

Rupiah Melemah ke Rp18.128 Imbas Gencatan Senjata Iran-AS Berakhir

Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Rp17.950-Rp18.050 per Dolar AS Hari Ini

Rupiah Diproyeksi Fluktuatif Rp17.950-Rp18.050 per Dolar AS Hari Ini

Daftar Harga Emas Perhiasan di Lakuemas dan Rajaemas, 9 Juli 2026

Daftar Harga Emas Perhiasan di Lakuemas dan Rajaemas, 9 Juli 2026

Harga Buyback Emas Antam Turun ke Rp2.383.000 Hari Ini

Harga Buyback Emas Antam Turun ke Rp2.383.000 Hari Ini