Sabtu, 11 Juli 2026

Kemendukbangga Hadirkan Daycare Aman bagi Anak Buruh di Bantul

Kemendukbangga Hadirkan Daycare Aman bagi Anak Buruh di Bantul
Wihaji: Kemendukbangga Fasilitasi Daycare Tamasya untuk Buruh [FOTO: NET].

JAKARTA- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyediakan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau tempat penitipan anak (daycare) yang terjamin keamanannya dengan tenaga pengasuh yang memiliki sertifikat guna membantu para pekerja pabrik di wilayah Bantul, Yogyakarta.

"Ada tuntutan dari buruh agar setiap korporasi atau perusahaan-perusahaan yang banyak karyawannya untuk bisa menyiapkan daycare yang kami sebut Tamasya. Karena itu, saya sebagai pembantu Presiden mencoba menerjemahkan. Pada waktu itu Bapak Presiden Insya Allah sudah menjawab tuntutan para buruh, dan saya bagian pembantu yang menerjemahkan agar bisa koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait," ujar Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam kunjungannya ke Taman Asuh Adiku Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (26/06/2026).

Dalam momentum menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang jatuh pada 29 Juni 2026 nanti, Mendukbangga Wihaji menekankan urgensi dalam memproteksi anak sekaligus menopang pola asuh bermutu lewat daycare guna mendongkrak angka keterlibatan kerja kaum perempuan di sektor formal.

Baca Juga

Tarif Transjakarta Diusulkan Naik, 15 Golongan Ini Tetap Gratis

"Ada beberapa perusahaan, termasuk organisasi-organisasi dari pengusaha-pengusaha, untuk bisa mengkampanyekan dan mengajak (pendirian daycare bagi pekerja). Hari ini, sudah ada 3.366 daycare dalam binaan kami, yang tadi syarat-syaratnya harus dipenuhi. Jangan sampai terulang kasus Yogyakarta yang viral waktu itu karena tidak ada izinnya dan pola asuhnya belum kami ketahui secara komprehensif," kata Mendukbangga Wihaji.

Ia menekankan bahwa tiap-tiap Tamasya wajib dilengkapi fasilitas CCTV supaya para orang tua dapat terus memonitor tumbuh kembang buah hati secara berkala, sehingga para pekerja bisa tetap produktif di tempat kerja mereka.

"Ini bagian dari jawaban tuntutan para buruh, tentu step by step (secara bertahap) kami kerjakan, dan terus nanti saya koordinasikan dengan pihak terkait, setelah itu Insya Allah nanti perkembangannya akan saya segera laporkan kepada Bapak Presiden, tetapi ini bagian dari kami cek, kami tengok, bahwa anak-anak ini juga berhak untuk mendapatkan pola asuh, tetapi juga tidak menghentikan orang tuanya tetap bekerja," tutur Mendukbangga Wihaji.

Mendukbangga pun memaparkan bahwa Tamasya sudah disertai dengan petugas medis guna memantau perkembangan sang anak, sebab salah satu kriteria yang diwajibkan dalam daycare ialah menyediakan sistem pelayanan rujukan.

"Maka kami lihat, di sini juga ada dokternya. Kami ada empat menu, salah satunya adalah cek kesehatan gratis, kemudian cek tumbuh kembang, komunikasi orang tua, dan yang terakhir adalah tentang rujukan. Itulah empat syarat yang harus dipenuhi setiap Tamasya yang kami dampingi dari 3.366 se-Indonesia," ucap Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

RI Bidik Jadi Hub Manufaktur Global 2045 Lewat Hilirisasi

RI Bidik Jadi Hub Manufaktur Global 2045 Lewat Hilirisasi

Draf RUU Sisdiknas Bakal Atur Wajib Belajar Jadi 13 Tahun

Draf RUU Sisdiknas Bakal Atur Wajib Belajar Jadi 13 Tahun

Kasus Hanania Travel, Wamenhaj: Setop Jadikan Haji-Umrah Komoditas

Kasus Hanania Travel, Wamenhaj: Setop Jadikan Haji-Umrah Komoditas

Kemenhaj Usul Jemaah Bayar Rp 42,8 Juta untuk Haji 2027

Kemenhaj Usul Jemaah Bayar Rp 42,8 Juta untuk Haji 2027

Soroti Kenaikan Biaya Haji 2027, DPR Minta Skema BPIH yang Adil

Soroti Kenaikan Biaya Haji 2027, DPR Minta Skema BPIH yang Adil