Rabu, 08 Juli 2026

PTPN I Pacu Hilirisasi Teh untuk Perluas Pasar Ekspor ke Eropa

PTPN I Pacu Hilirisasi Teh untuk Perluas Pasar Ekspor ke Eropa
Perkuat Ekspor Premium, PTPN I Dorong Hilirisasi Teh ke Pasar Eropa [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I kini mempercepat proses hilirisasi teh sebagai upaya memperluas jangkauan ekspor ke Eropa. Langkah ini difokuskan pada penguatan produk premium, peningkatan nilai tambah, serta strategi kompetitif di kancah global.

Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan cetak biru ekspansi pasar teh premium ke Eropa. 

Hal ini dilakukan setelah perusahaan berhasil menembus pasar Kanada dan Dubai di tengah meningkatnya minat global terhadap teh berkualitas tinggi.

Baca Juga

KOTA Siapkan Proyek 186 Ha, Siap Groundbreaking Pada 2026

"Setelah sukses menembus pasar premium di Kanada dan Dubai, korporasi kini tengah merancang langkah strategis berikutnya untuk memperkuat posisi di Eropa," kata Aris dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Perusahaan memprioritaskan pengembangan varian teh premium khusus untuk pasar London, Inggris, yang diproyeksikan menjadi pintu masuk ke pasar Eropa yang lebih luas.

 Pengembangan produk ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai merek teh global terkemuka untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia.

"Ke depan fokus kami adalah mengembangkan varian produk premium baru yang dikonsepkan secara khusus untuk dipajang di store kota London. Ini akan kami jalankan melalui kolaborasi taktis dengan berbagai brand teh terkemuka dunia," ujar Aris.

PTPN I optimistis dapat meningkatkan kontribusi ekspor serta memperkuat posisi di industri teh dunia dengan mengandalkan kualitas premium dan luas lahan perkebunan yang ada, sehingga mampu bersaing dengan produsen besar seperti India, Kenya, dan Sri Lanka. 

Saat ini, PTPN I mengelola 12,7 ribu hektare tanaman menghasilkan (TM) dengan total produksi hingga Mei 2026 mencapai 11,6 juta kilogram dan produktivitas 912 kg/ha.

Terkait kinerja operasional, tren produksi teh PTPN I menunjukkan kenaikan produktivitas yang signifikan. Pada tahun 2025, produktivitas lahan melonjak hingga 2.004 kg/ha dengan total produksi kering 29,28 juta kilogram. 

"Catatan operasional yang impresif tersebut berbanding lurus dengan serapan pasar internasional. Sepanjang tahun lalu, PTPN I sukses mengapalkan volume ekspor hingga 8,9 juta kilogram," bebernya.

Selain pasar Asia dan Timur Tengah, produk PTPN I telah merambah pasar Amerika Serikat serta negara Eropa seperti Jerman dan Inggris. Di sisi lain, perusahaan tetap menjaga dominasi di pasar teh curah (bulky) sembari meningkatkan nilai tambah domestik melalui produk ritel seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas.

Untuk merangkul generasi muda, PTPN I juga mengembangkan produk teh siap minum (Ready to Drink/RTD) serta memanfaatkan media sosial secara intensif. 

"Kedua, kami memanfaatkan media sosial secara masif untuk mengedukasi anak-anak muda tentang filosofi serta manfaat kesehatan di balik kebiasaan minum teh," urai Aris. 

Selain itu, produk teh premium lokal kini mulai diperkenalkan ke berbagai kafe sebagai bagian dari gaya hidup modern.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kejar Profitabilitas, Asia Sejahtera (AGAR) Pacu Hilirisasi & Ekspansi

Kejar Profitabilitas, Asia Sejahtera (AGAR) Pacu Hilirisasi & Ekspansi

Tinggalkan Bisnis Hotel, FITT Beralih Fokus ke Sektor Pertambangan

Tinggalkan Bisnis Hotel, FITT Beralih Fokus ke Sektor Pertambangan

ASDP Tawarkan Diskon Tiket Feri Hingga 5 Juli 2026, Cek Kuotanya

ASDP Tawarkan Diskon Tiket Feri Hingga 5 Juli 2026, Cek Kuotanya

Cetak Laba Rp2,7 Triliun, Ciputra (CTRA) Bagikan Dividen Rp667 Miliar

Cetak Laba Rp2,7 Triliun, Ciputra (CTRA) Bagikan Dividen Rp667 Miliar

MIND ID Targetkan Pangkas Dua Juta Ton Emisi Gas Rumah Kaca

MIND ID Targetkan Pangkas Dua Juta Ton Emisi Gas Rumah Kaca