Selasa, 07 Juli 2026

Kemenkeu Kembali Tempatkan Dana Rp281 Triliun di Bank Himbara

Kemenkeu Kembali Tempatkan Dana Rp281 Triliun di Bank Himbara
Jaga Likuiditas Bank, Kemenkeu Titip Dana Rp281 Triliun di Himbara [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil langkah untuk menempatkan kembali dana kas negara senilai Rp281 triliun pada bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sampai akhir Desember 2026.

Di samping itu, Kemenkeu pun menyediakan suplemen dana siaga (standby) senilai Rp100 triliun yang bisa dimanfaatkan bilamana sektor perbankan memerlukan tambahan likuiditas.

"Dana (SAL) pemerintah di perbankan akan dikembalikan lagi, yang kemarin Rp281 triliun akan dikembalikan lagi Rp281 triliun dan diperpanjang hingga akhir Desember 2026. Di samping itu ada tambahan Rp100 triliun sebagai standby in case diperlukan," kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/06/2026).

Baca Juga

BI: Aliran Modal Asing ke SRBI-SBN Capai 9 Miliar Dolar AS

Kebijakan ini ditempuh karena lini perbankan dipandang masih memerlukan sokongan likuiditas demi mengawal kelancaran penyaluran kredit. Berdasarkan paparan Juda, ketertarikan kredit dari pelaku usaha masih terhitung tinggi sehingga likuiditas bank wajib konsisten dirawat.

Juda menjabarkan, pemerintah sempat mengosongkan dana SAL senilai Rp110 triliun pada Juni 2026 dari jumlah akumulasi penempatan dana terdahulu yang tersisa Rp281 triliun. 

Saat ini, dana itu disalurkan kembali ke perbankan sehingga total modal yang ditaruh menyentuh angka Rp281 triliun dan bakal dipertahankan sampai pengujung tahun.

Di samping hal itu, sudah disediakan ekstra dana standby senilai Rp100 triliun yang sekarang ini masih tersimpan di Bank Indonesia (BI). Maka dari itu, akumulasi dana yang dapat disalurkan di perbankan sanggup menyentuh level Rp381 triliun.

Juda mengangankan suplemen likuiditas dari kas negara tersebut sanggup mengawal ekspansi kredit tetap bertahan pada tataran dua digit.

"Kemarin di bulan Mei (2026) kredit tumbuh 11,5 persen, kami harapkan pertumbuhan kredit juga masih double digit di dalam bulan-bulan ke depan. Oleh sebab itu likuiditas memang benar-benar harus tetap terjaga di perbankan," jelasnya.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menkeu Purbaya Urai 5 Strategi RI-Korsel Bangun Ekosistem EV

Menkeu Purbaya Urai 5 Strategi RI-Korsel Bangun Ekosistem EV

LPS Targetkan Penjaminan Polis Asuransi Mulai Kuartal II-2027

LPS Targetkan Penjaminan Polis Asuransi Mulai Kuartal II-2027

Harga Emas Antam 27 Juni 2026: Cek Daftar Harga Lengkap Hari Ini

Harga Emas Antam 27 Juni 2026: Cek Daftar Harga Lengkap Hari Ini

Harga Emas di Pegadaian 27 Juni 2026: Galeri 24 dan UBS Kompak Naik

Harga Emas di Pegadaian 27 Juni 2026: Galeri 24 dan UBS Kompak Naik

OJK Dorong Konsolidasi BPR dan Bank Kecil, Fokus pada Penguatan Modal

OJK Dorong Konsolidasi BPR dan Bank Kecil, Fokus pada Penguatan Modal