Kamis, 09 Juli 2026

Maybank Naikkan Target Pembiayaan Berkelanjutan Jadi Rp1.306 T

Maybank Naikkan Target Pembiayaan Berkelanjutan Jadi Rp1.306 T
Hingga 2030, Maybank Targetkan Pembiayaan Berkelanjutan Rp1.306 T [FOTO: NET].

JAKARTA - Maybank Group membidik target untuk dapat mengalirkan pembiayaan berkelanjutan senilai 73 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp1.306,7 triliun (kurs Rp17.900) sampai tahun 2030. 

Capaian target dimaksud melonjak bila disandingkan dengan realisasi pembiayaan berkelanjutan yang membukukan angka 43 miliar dollar AS hingga penghujung tahun 2025.

President and Group CEO Maybank Group Dato' Sri Khairussaleh Ramli mengutarakan, patokan target anyar tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang korporasi demi menyokong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkokoh daya tahan dunia usaha di tengah kian meningkatnya tantangan perubahan iklim.

Baca Juga

Harga Buyback Emas Antam, UBS, & Galeri 24 di Pegadaian Rabu 8 Juli

“Pada 2030, Maybank berkomitmen pada target baru untuk memobilisasi 73 miliar dollar AS dalam pembiayaan berkelanjutan di seluruh wilayah,” ujarnya saat acara Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 di Hotel St. Regis Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Ia memaparkan, lewat penetapan target baru ini pihak perusahaan tidak sekadar mengucurkan pembiayaan bagi proyek-proyek yang telah selaras dengan kriteria ramah lingkungan, namun juga bakal mengawal sektor-sektor yang tengah menempuh proses transisi. 

Sokongan dimaksud diwujudkan lewat eskalasi efisiensi operasional, implementasi teknologi yang jauh lebih bersih, hingga penyusunan peta jalan transisi yang dinilai kredibel.

“Dengan memanfaatkan momentum ini di bawah strategi ROA-30 yang baru diluncurkan, kami telah meningkatkan ambisi kami lebih jauh lagi,” ucapnya.

Menurut pandangannya, langkah transisi menuju ekosistem ekonomi rendah karbon saat ini bukan lagi semata-mata perkara lingkungan, melainkan sudah menjelma menjadi indikator utama yang mendikte daya saing korporasi. 

Dinamika perubahan iklim, cuaca yang ekstrem, volatilitas sektor energi, keterbatasan stok sumber daya, hingga hambatan pada rantai pasok sudah menyumbang dampak langsung pada produktivitas serta kelangsungan iklim bisnis.

Di lain sisi, kalangan investor, regulator, bersama pasar global pun kian menuntut pelaku usaha untuk mengantongi strategi transisi yang transparan sekaligus sanggup mengelola risiko iklim secara kredibel.

“Kebutuhan akan transisi tidak pernah seurgent ini. Perubahan iklim bukan lagi masalah lingkungan yang jauh. Sekarang perubahan iklim membentuk kembali realitas bisnis dan memengaruhi hasil ekonomi,” tuturnya.

Bukan cuma mendongkrak target pembiayaan berkelanjutan, Maybank pun mempertebal agenda sosial dalam implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). 

Sampai dengan tahun 2025, grup perbankan tersebut mengklaim sudah berkontribusi mengatrol taraf hidup sekitar 1,5 juta orang melewati bermacam inisiatif sosial, beriringan dengan langkah memobilisasi sekitar 7 miliar dollar AS investasi yang berdampak sosial.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Rabu Pagi Melemah 0,75% ke 5.941, Saham Big Caps Kompak Merah

IHSG Rabu Pagi Melemah 0,75% ke 5.941, Saham Big Caps Kompak Merah

Perdana Listing di BEI, Saham BACH Melesat Sentuh ARA 24,43%

Perdana Listing di BEI, Saham BACH Melesat Sentuh ARA 24,43%

Didorong Kenaikan Cadev, Rupiah Rabu Pagi Menguat ke Rp17.980

Didorong Kenaikan Cadev, Rupiah Rabu Pagi Menguat ke Rp17.980

Harga Buyback Emas Antam Rabu 8 Juli Turun Jadi Rp2.393.000 per Gram

Harga Buyback Emas Antam Rabu 8 Juli Turun Jadi Rp2.393.000 per Gram

Harga Buyback Emas Antam Ambles Rp596.000 dari Rekor Tertinggi

Harga Buyback Emas Antam Ambles Rp596.000 dari Rekor Tertinggi