Kamis, 09 Juli 2026

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini
Sempat Diproyeksi Menguat, Rupiah Hari Ini Berakhir Melemah [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar mata uang rupiah diestimasikan masih mengantongi peluang untuk bergerak menguat terhadap dolar AS pada hari ini, Selasa (30/6/2026). Menyandarkan pada data milik Tradingview, mata uang rupiah mengakhiri sesi perdagangan dengan apresiasi 0,36% menuju level Rp17.840 per dolar AS pada sesi transaksi kemarin, Senin (29/6/2026). Di koridor lain, indeks dolar AS terpantau melemah 0,10% menuju posisi 101,25.

Sementara itu, laju pergerakan sejumlah mata uang di kawasan Asia dilaporkan ditutup secara bervariasi. Nilai tukar yen Jepang tercatat melorot 0,05%, yuan China mendaki 0,09%, dolar Singapura melemah tipis 0,01%, serta won Korea Selatan tergerus sedalam 0,49%. 

Selanjutnya, dolar Hong Kong turun 0,02%, dolar Taiwan menanjak 0,08%, baht Thailand menguat sebesar 0,20%, dan ringgit Malaysia melesat hingga 0,51%.

Baca Juga

Danantara dan Bank Mandiri Gelar Sosialisasi Program CX100

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memaparkan dari koridor eksternal, sentimen pasar mencuat beriringan dengan eskalasi perseteruan antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu yang memicu keraguan terhadap kesepakatan damai mereka, kendati kedua belah pihak diinformasikan tetap berkomitmen melangsungkan dialog lanjutan di Qatar pada pekan ini.

Aspek pasokan yang berangsur membaik ikut menekan pergerakan harga minyak, lantaran alur pasokan melewati Selat Hormuz mulai merangkak kembali ke level sebelum pecah perang pada pekan lalu.

 Akan tetapi, insiden serangan yang kembali pecah sepanjang akhir pekan memicu kecemasan yang lebih dalam seputar rapuhnya traktat damai temporer antara pihak AS dan Iran.

Pihak AS dan Iran kedapatan saling meluncurkan aksi serang sampai akhir pekan kemarin di tengah polemik friksi klaim otoritas Teheran atas kawasan Hormuz. Rentetan serangan tersebut memicu laju hambatan pasokan minyak melalui Hormuz serta mendongkrak harga minyak pada hari Senin.

 Kendati demikian, laju kenaikan harga minyak mampu diredam berkat adanya rilis laporan Axios yang mengabarkan bahwa AS dan Iran telah bersepakat untuk secepatnya menyudahi perseteruan mereka sekaligus melangsungkan agenda dialog anyar di Qatar.

Di sisi lain, beberapa pembuat kebijakan The Fed merilis pernyataan bernuansa hawkish, salah satunya Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, yang mengestimasikan bakal ada satu kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun 2026, serta menyampaikan kepada Bloomberg bahwa ‘inflasi yang meluas’ menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga diperlukan. 

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee turut mengutarakan bahwa inflasi inti dinilai masih terlampau tinggi serta bergerak ke arah yang keliru. 

Presiden Fed New York John Williams ikut menambahkan bahwasanya tingkat inflasi saat ini masih terhitung sangat tinggi, walaupun ia menjabarkan bahwa arah kebijakan "sudah tepat".

Dari dalam negeri, kalangan pelaku pasar terpantau masih mengamati perkembangan beberapa data indikator ekonomi pada awal Juli, yakni rilis neraca perdagangan Indonesia serta tingkat inflasi domestik.

 Kedua data makro tersebut diproyeksikan bakal menjadi variabel acuan esensial untuk membaca kondisi fundamental ekonomi nasional serta proyeksi pergerakan rupiah ke depan. 

Guna menyiasati perdagangan hari ini, Ibrahim mengestimasikan mata uang rupiah bakal bergerak secara fluktuatif, namun diakhiri dengan penguatan pada rentang kisaran Rp17.800 hingga Rp17.860.

15:14 WIB Rupiah Ditutup Melemah 

Bersumber pada data Marketwatch, posisi nilai tukar rupiah mengakhiri sesi perdagangan dengan pelemahan 0,22% atau terkoreksi 39 poin ke level Rp17.889 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan indeks dolar AS terekam mengalami penguatan sebesar 0,24% menuju posisi 101,35.

12:21 WIB Rupiah Masih Melemah 

Berdasarkan rilis data Marketwatch, grafik nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,29% atau terpangkas 51 poin menuju level Rp17.902 per dolar AS pada pukul 12.13 WIB. Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau bergerak menguat 0,26% menuju area 101,37.

09:22 WIB Rupiah Dibuka Melemah 

Menilik data analisis milik Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, nilai kurs rupiah mengawali pembukaan dengan pelemahan mencapai 0,17% ke level Rp17.881. Tren depresiasi mata uang Garuda terhadap dolar AS ini turut diikuti oleh mayoritas mata uang di area Asia lainnya.

Pelemahan paling dalam terhadap dolar AS dinakhodai oleh won Korea yang merosot sebesar 0,49%, diikuti peso Filipina yang menderita depresiasi hingga 0,21%. 

Kurs rupee India terhadap dolar AS jatuh sebesar 0,15%, yen Jepang melorot 0,15%, dolar Taiwan melemah tipis 0,14%, serta dolar Singapura ikut terpangkas 0,07%. 

Selanjutnya, dolar Hong Kong melemah 0,03%, serta baht Thailand terkikis sebesar 0,01%. Sebaliknya, mata uang ringgit Malaysia justru berhasil menguat terhadap dolar AS senilai 0,33%, dan yuan China terhadap dolar AS menguat 0,03%.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memaparkan bahwa nilai tukar rupiah diestimasikan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Selasa (30/6/2026). 

Para pelaku pasar lebih memilih mengambil sikap wait and see menjelang rilis rangkaian data ekonomi krusial dari Indonesia serta AS sepanjang pekan ini. Kurs rupiah dinilai masih berpotensi bergulir dalam pola range bound akibat minimnya stimulus baru yang sanggup merubah arah tren pasar.

"Rupiah diperkirakan akan range bound terhadap dolar AS dengan potensi melemah terbatas. Investor cenderung wait and see serentetan data ekonomi penting baik dari domestik maupun AS pekan ini," ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Ditutup Ambles 3,05% ke 5.643, Saham Big Caps Berguguran

IHSG Ditutup Ambles 3,05% ke 5.643, Saham Big Caps Berguguran

Harga Emas Terus Menurun, Benarkah Akibat Hilangnya Peminat?

Harga Emas Terus Menurun, Benarkah Akibat Hilangnya Peminat?

Tarik Ulur Dana SAL, Bikin Saham Perbankan Ikut Lesu?

Tarik Ulur Dana SAL, Bikin Saham Perbankan Ikut Lesu?

Maybank Naikkan Target Pembiayaan Berkelanjutan Jadi Rp1.306 T

Maybank Naikkan Target Pembiayaan Berkelanjutan Jadi Rp1.306 T

HUT Ke-80, BNI Jalankan Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing

HUT Ke-80, BNI Jalankan Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing