Sabtu, 11 Juli 2026

7 Alasan Mengapa Ancaman Putus Bisa Menghancurkan Hubungan

7 Alasan Mengapa Ancaman Putus Bisa Menghancurkan Hubungan
Sering Mengancam Putus Saat Bertengkar? Ini Dampak Buruknya [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebagian individu kerap melontarkan kalimat ancaman putus, bercerai, ataupun angkat kaki dari jalinan hubungan tatkala luapan emosi tengah memuncak. Kendati sering kali terucap tanpa didasari niatan riil untuk mengakhirinya, kebiasaan semacam itu rupanya dapat memicu konsekuensi yang berakibat serius bagi keberlangsungan hubungan.

Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi Dr. Jenn Mann memaparkan bahwa tindakan melempar ancaman sewaktu bertengkar mengirimkan sinyalemen bahwa seseorang tidak benar-benar mengantongi komitmen terhadap hubungannya. Berikut merupakan 7 alasan mengapa kebiasaan mengancam putus dapat bertindak selaku perusak jalinan hubungan.

7 Alasan mengancam putus bisa menghancur hubungan

Baca Juga

4 Material Lantai Dapur Modern Beserta Plus Minusnya

1. Menutup ruang komunikasi yang sehat 

Tatkala salah satu pihak menyatakan keinginan untuk menyudahi hubungan, poros pembicaraan bakal seketika bergeser menjauh dari problem inti. Implikasinya, konflik yang senyatanya mendera tidak pernah diulas sampai tuntas.

Dr. Jenn Mann selaku terapis pernikahan dan keluarga berlisensi serta pakar hubungan menguraikan bahwasanya ancaman putus memicu pasangan berhenti mengupayakan solusi lantaran atensi mereka telanjur tersedot pada probabilitas karamnya hubungan.

"Ketika kamu mengatakan akan pergi, tidak ada lagi yang bisa dibicarakan. Masalah yang sebenarnya menjadi tidak pernah diproses maupun diselesaikan," ujar Dr. Mann, seperti dilansir InStyle, Selasa (30/6/2026).

Lantaran persoalan mendasar tidak berhasil dituntaskan, pertikaian yang sama mengantongi risiko tinggi untuk terus berulang di kemudian hari.

2. Membuat konflik semakin membesar 

Untaian kata yang terlontar sewaktu emosi meluap kerap kali memantik respons emosional balasan dari pihak pasangan. Intimidasi ancaman putus sanggup membuat tensi pertengkaran semakin membara, sehingga kedua belah pihak terstimulus menelurkan kata-kata yang di kemudian hari bakal disesali.

Menurut ulasan Dr. Mann, semakin melonjak intensitas suatu konflik, maka semakin masif pula peluang hubungan mendapati kerusakan yang sukar untuk dipulihkan. Alih-alih mendinginkan suasana, gertakan ancaman justru mengulur durasi pertengkaran sekaligus memperlebar jarak emosional antar-pasangan.

3. Perlahan menghancurkan rasa percaya 

Faktor kepercayaan bertindak selaku fondasi utama di dalam mengonstruksi hubungan yang sehat. Tatkala seseorang berulang kali menggertak bakal pergi, pihak pasangan akan menangkap kesan bahwa hubungan dimaksud tidak lagi menyajikan rasa aman.

"Untuk membangun dan mempertahankan ikatan, seseorang harus merasa dapat mempercayai pasangannya. Rasa aman dan percaya adalah fondasi setiap hubungan," kata Dr. Mann.

Sekiranya nuansa rasa aman mulai mengikis hilang, kehangatan kedekatan emosional pun dipastikan bakal ikut luntur sehingga jalinan hubungan bertransformasi menjadi kian rapuh.

4. Ucapan lama-kelamaan kehilangan makna 

Ancaman yang terus-menerus dirapalkan namun tidak pernah direalisasikan berujung pada penilaian pasangan bahwa kalimat tersebut tidak lagi bersifat serius. Dampaknya, derajat kredibilitas seseorang bakal ikut merosot. 

Pihak pasangan tidak sekadar menyangsikan gertakan putus tersebut, melainkan juga mulai menaruh curiga dan mempertanyakan aspek kejujuran serta konsistensi pada urusan-urusan lainnya di dalam koridor hubungan.

5. Menjadi bentuk manipulasi emosional 

Tindakan mengancam putus kerap kali dipraktikkan demi mendesak pasangan agar bersedia menuruti keinginan kami. Padahal, metode tersebut tergolong sebagai salah satu manifestasi manipulasi lantaran mengeksploitasi rasa takut akan kehilangan sosok yang dikasihi.

"Ancaman untuk meninggalkan pasangan merupakan bentuk manipulasi emosional yang dapat memunculkan kecemasan, terutama pada pasangan yang memiliki masalah kesehatan mental," ujar Dr. Mann.

Sebuah hubungan yang sehat sejatinya wajib dibangun berlandaskan komunikasi yang terbuka, bukan disetir oleh rasa takut.

6. Menunjukkan kurangnya kedewasaan emosional 

Merujuk pada pandangan Dr. Mann, kapabilitas mengondisikan ucapan di kala amarah mendera merupakan bagian mutlak dari kedewasaan emosional. Sebaliknya, kebiasaan konsisten mengancam putus saban kali berselisih paham memperlihatkan minimnya kontrol kendali diri. 

Melatih diri untuk menenangkan emosi terlebih dahulu sebelum angkat bicara dapat membantu pasangan mengutarakan isi perasaan secara lebih bijak tanpa mencederai hubungan.

7. Justru menanamkan keinginan pasangan untuk benar-benar pergi 

Ironisnya, gertakan putus yang pada mulanya sekadar bermaksud menakut-nakuti dapat berbalik menjadi realitas. Pihak pasangan yang pada awalnya sama sekali tidak menyimpan niatan untuk menyudahi hubungan bisa mulai memproyeksikan lanskap kehidupan tanpa kehadiran kami.

"Jika sebelumnya pasangan tidak terpikir untuk pergi, kini mereka mulai mempertimbangkannya," kata Dr. Mann.

Oleh karena itu, tatkala sedang dibakar amarah, alangkah baiknya menghindari pemakaian ancaman sebagai senjata. Mengomunikasikan kebutuhan serta isi perasaan secara jujur dinilai jauh lebih efektif demi merawat hubungan agar tetap sehat sekaligus langgeng.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sains Buktikan Kebahagiaan Bisa Diciptakan Lewat 12 Kebiasaan Ini

Sains Buktikan Kebahagiaan Bisa Diciptakan Lewat 12 Kebiasaan Ini

Resep Ayam Rica-Rica Sederhana, Pas Buat Lauk Harian di Rumah

Resep Ayam Rica-Rica Sederhana, Pas Buat Lauk Harian di Rumah

Pakar Ungkap Alasan Anak-anak Lebih Rentan Kena Malaria Berat

Pakar Ungkap Alasan Anak-anak Lebih Rentan Kena Malaria Berat

Jalan Kaki 5 Menit Tiap Jam Jaga Semangat Kerja

Jalan Kaki 5 Menit Tiap Jam Jaga Semangat Kerja

Resep Udang Saus Tiram yang Gurih dan Praktis untuk Rumah

Resep Udang Saus Tiram yang Gurih dan Praktis untuk Rumah