Sabtu, 11 Juli 2026

Indonesia Siap Pimpin Pengelolaan Gambut Tropis di GPI-4 Peru

Indonesia Siap Pimpin Pengelolaan Gambut Tropis di GPI-4 Peru
Di GPI-4 Peru, Indonesia Siap Pimpin Kerja Sama Gambut Dunia [FOTO: NET].

JAKARTA - Otoritas Indonesia lewat Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan kesiapannya untuk menakhodai penguatan International Tropical Peatland Center (ITPC) selaku sarana sinergi global bagi negara-negara pemilik lahan gambut tropis.

Pernyataan itu diutarakan oleh Ketua Delegasi Kemenhut yang juga menjabat Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, dalam forum The Fourth Meeting of the Partners of the Global Peatlands Initiative (GPI-4) di Lima, Peru.

“Dengan pengalaman Indonesia dalam melindungi dan mengelola ekosistem gambut, serta mandat Kemenhut yang mengelola lebih dari 70 persen kawasan gambut di kawasan hutan negara, kami siap memimpin penguatan ITPC sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan kerja sama internasional untuk masa depan gambut dunia,” kata Ristianto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Hari Bhayangkara, Kolone Senjata Bentuk Tulisan "80 Tahun Polri"

Ristianto mengutarakan, peran kepemimpinan ini bakal difokuskan guna memperkokoh transfer wawasan, penyusunan kebijakan berlandaskan sains, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset kolektif, terobosan teknologi, hingga pergerakan kemitraan global demi mendukung tata kelola gambut tropis yang lestari.

“Kami meyakini bahwa ITPC harus berkembang menjadi pusat kolaborasi global bagi negara-negara tropis,” ujar dia.

Ristianto memaparkan bahwa Kemenhut telah menciptakan pola manajemen gambut yang menyeluruh lewat penguatan aspek hukum, perlindungan wilayah gambut, pemulihan ekosistem, tata kelola berbasis bentang alam, serta penguatan warga melalui skema Perhutanan Sosial.

Macam-macam kebijakan itu, sambung Ristianto, bertindak sebagai pilar utama untuk menopang realisasi target Indonesia's FOLU Net Sink 2030 sekaligus ikrar Indonesia dalam mengendalikan dampak perubahan iklim.

“Sebagai negara dengan salah satu bentang gambut tropis terbesar di dunia, Indonesia memandang bahwa tantangan pelestarian gambut tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri,” kata Ristianto.

“Dibutuhkan kepemimpinan global yang mampu menjembatani kerja sama antarnegara, memperkuat kapasitas, mempercepat inovasi, dan membangun standar tata kelola gambut tropis yang semakin kuat,” imbuhnya.

Di dalam pertemuan internasional tersebut, delegasi Indonesia pun mengajak segenap negara anggota Global Peatlands Initiative, perwakilan lembaga dunia, institusi riset, pihak swasta, hingga mitra pembangunan untuk ikut andil dalam perhelatan Peatland Forest Forum 2026 yang akan dilaksanakan di Indonesia pada Oktober 2026.

Agenda akbar itu diproyeksikan menjadi babak baru dalam memantapkan gerakan kolektif dunia, melebarkan sayap kemitraan antarnegara, serta mewujudkan tindakan konkret dalam proteksi sekaligus manajemen ekosistem gambut tropis.

“Indonesia siap menjadi bagian dari solusi global melalui kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi yang nyata,” ujar Ristianto.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemenag Gerakkan Literasi Halal Berbasis KUA Hadapi Wajib Halal 2026

Kemenag Gerakkan Literasi Halal Berbasis KUA Hadapi Wajib Halal 2026

Anggota DPR Minta Tindakan Polri Semakin Adil dan Tak Pandang Bulu

Anggota DPR Minta Tindakan Polri Semakin Adil dan Tak Pandang Bulu

Kemenhut Prioritaskan Rehabilitasi Hulu Sungai di Aceh hingga Sumbar

Kemenhut Prioritaskan Rehabilitasi Hulu Sungai di Aceh hingga Sumbar

HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo Sapa dan Beri Hormat kepada Jokowi

HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo Sapa dan Beri Hormat kepada Jokowi

Puan: Polri Harus Terus Buktikan Komitmen Layani Masyarakat

Puan: Polri Harus Terus Buktikan Komitmen Layani Masyarakat