Selasa, 14 Juli 2026

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang demi Perluas Kerja

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang demi Perluas Kerja
Kemnaker Selaraskan Pelatihan Vokasi dengan Industri Jepang [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan pemetaan terhadap kebutuhan industri Jepang sebagai langkah menyinkronkan persiapan tenaga kerja Indonesia dengan keperluan sektor bisnis di negara tersebut.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor melalui penjelasan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, menuturkan bahwa Jepang masih menyimpan celah yang besar bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya di bidang otomotif, transportasi, konstruksi, pertanian, caregiving, dan lini lain yang memerlukan tenaga kerja andal.

“Peluang kerja di Jepang harus kami siapkan dengan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Penyiapan SDM tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, pemahaman budaya kerja, dan kesiapan beradaptasi,” ujar Wamenaker.

Baca Juga

Wamendag Tegaskan RI Pilih Kolaborasi di Tengah Fragmentasi Global

Lewat pertemuannya bersama KBRI Tokyo, instansi pelatihan dan penempatan, beberapa korporasi penampung tenaga kerja Indonesia, hingga Sekretariat Asian Productivity Organization (APO) di Negeri Sakura, Wamenaker menitikberatkan pentingnya pelatihan yang kian menyerupai keadaan kerja riil di perusahaan Jepang.

Pada lini otomotif, sebagai contoh, korporasi menggarisbawahi krusialnya penguasaan praktik perawatan kendaraan, pengecekan dasar, keselamatan kerja, serta pemeliharaan mutu dan kerapian area kerja.

Di samping itu, kapasitas berinteraksi dan mengimplementasikan prosedur kerja secara tertib turut menjadi atensi.

Lebih jauh, Kemnaker pun mencatat bahwa kecakapan bahasa Jepang menjelma sebagai salah satu poin krusial demi menyokong kesiapan tenaga kerja Indonesia.

Lantaran hal itu, pembekalan bukan sekadar melingkupi kapasitas berbahasa harian, melainkan mencakup bahasa teknis yang diterapkan pada ekosistem kerja, termasuk kosakata keselamatan kerja dan interaksi operasional.

Wamenaker Afriansyah menggarisbawahi, umpan balik langsung dari korporasi Jepang menjadi modal berharga bagi Kemnaker demi terus membenahi pelaksanaan pelatihan vokasi di Indonesia.

“Kami ingin memastikan pelatihan vokasi benar-benar menjawab kebutuhan industri. Masukan langsung dari perusahaan di Jepang menjadi penting untuk memperbaiki kurikulum, meningkatkan kualitas instruktur, dan memperkuat pembelajaran berbasis praktik,” ujarnya.

Bukan cuma pendongkrakan kompetensi, lawatan itu turut mengulas pengokohan proteksi tenaga kerja Indonesia di Jepang, diawali dari asistensi dan pos pengaduan hingga penggodokan kesiapan mental, kapasitas adaptasi, serta etos kerja Jepang, seperti ketertiban, ketepatan waktu, ketaatan pada regulasi, dan interaksi di lingkungan kerja.

Pertemuan bersama Sekretariat APO juga mengupas celah penguatan kemitraan pada aspek produktivitas, mencakup eskalasi kapasitas SDM, penguatan sertifikasi produktivitas, hingga pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk mendongkrak daya saing tenaga kerja Indonesia.

Capaian pemetaan kebutuhan industri Jepang itu menjadi bahan evaluasi bagi Kemnaker dalam menyinkronkan program pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta kesiapan tenaga kerja supaya kian pas dengan kebutuhan dunia usaha sekaligus dinamika pasar kerja internasional.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Takeda Jepang Investasi Rp539 Miliar di Sektor Biofarmasi RI

Takeda Jepang Investasi Rp539 Miliar di Sektor Biofarmasi RI

Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

BPJPH: Literasi Halal Faktor Penting Keberhasilan Wajib Halal

BPJPH: Literasi Halal Faktor Penting Keberhasilan Wajib Halal

emenekraf: JKN Jaga Produktivitas 27,4 Juta Pelaku Ekraf

emenekraf: JKN Jaga Produktivitas 27,4 Juta Pelaku Ekraf

Mentrans Targetkan Jepang Jadi Pasar Ekspor Mangga Jawa Timur

Mentrans Targetkan Jepang Jadi Pasar Ekspor Mangga Jawa Timur