Senin, 13 Juli 2026

Kolaborasi Pemerintah Dan Pemangku Kepentingan Dorong Pertambangan Berkelanjutan

Kolaborasi Pemerintah Dan Pemangku Kepentingan Dorong Pertambangan Berkelanjutan
Kolaborasi Pemerintah Dan Pemangku Kepentingan Dorong Pertambangan Berkelanjutan

JAKARTA - Upaya mewujudkan masa depan industri pertambangan yang berkelanjutan semakin diperkuat lewat sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen terkait. Pemerintah menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan pengawasan serta mendorong pengelolaan lingkungan hidup secara bertanggung jawab di sektor tambang.

Pemerintah Perketat Pengawasan Industri Pertambangan

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batu Bara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Hendra Gunawan, menyampaikan bahwa pengawasan terhadap sektor tambang akan semakin diperkuat. Dalam forum diskusi yang digelar oleh Asosiasi Industri Mineral Republik Indonesia (AIMRI), Hendra menjelaskan bahwa pengawasan teknis dan lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun tambang berkelanjutan.

Baca Juga

Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

Ia juga menyebut bahwa Kementerian ESDM turut diawasi oleh aparat penegak hukum. “Kami pengawas yang diawasi juga. Sehingga ketika pengawasan terhadap teknis dan lingkungan itu tidak dilakukan, dan bahkan luput, maka ini akan menjadi concern aparat penegak hukum terhadap kami juga,” tegasnya.

Teknologi Didorong Untuk Monitoring Tambang Secara Real Time

Hendra juga menjelaskan, acuan operasional dalam kegiatan pertambangan telah diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827K/30/MEM/2018. Panduan tersebut mencakup eksplorasi, konstruksi, penambangan, hingga reklamasi dan pascatambang.

Untuk pengawasan, Kementerian ESDM menggunakan Inspektur Tambang dan kepala teknik tambang (KTT). Ke depan, pengawasan akan dilakukan secara real time dengan dukungan teknologi seperti tablet, laptop, dan perangkat lainnya yang telah diterapkan pada pemantauan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

Pentingnya Kesadaran Kolektif Dalam Perlindungan Lingkungan

Perwakilan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, Alin Halimatussadiah, menyampaikan pentingnya kesadaran terhadap lingkungan hidup dalam kegiatan pertambangan. Ia menyoroti meningkatnya luas konsesi tambang nikel di area kehutanan yang membutuhkan perhatian bersama.

Alin menjelaskan bahwa pasar global kini mengedepankan bahan baku dari proses produksi yang ramah lingkungan. Ia mencontohkan industri kendaraan listrik yang hanya akan diterima jika berasal dari proses hulu yang berkelanjutan.

Kepemimpinan Hijau Jadi Kunci Masa Depan Tambang Berkelanjutan

Ketua DPP AIMRI Bidang Lingkungan Hidup, Wildan Galang Dermawan, menyatakan bahwa tantangan untuk membangun pertambangan berkelanjutan sangat besar. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemimpin yang menerapkan prinsip green leadership.

Menurut Wildan, pemimpin dengan green leadership tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari kebijakan yang diambil. Ia mendorong komitmen kolektif untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, pekerja, serta lingkungan sekitar.

Zahra Kurniawati

Zahra Kurniawati

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

emenekraf: JKN Jaga Produktivitas 27,4 Juta Pelaku Ekraf

emenekraf: JKN Jaga Produktivitas 27,4 Juta Pelaku Ekraf

Mentrans Targetkan Jepang Jadi Pasar Ekspor Mangga Jawa Timur

Mentrans Targetkan Jepang Jadi Pasar Ekspor Mangga Jawa Timur

Agrinas Palma Bangun Ekosistem Perkebunan Berbasis Koperasi

Agrinas Palma Bangun Ekosistem Perkebunan Berbasis Koperasi

Update Harga Pangan Strategis Nasional: Cabai Rawit Rp57.250/kg

Update Harga Pangan Strategis Nasional: Cabai Rawit Rp57.250/kg

Pameran D-8 Halal Expo Indonesia Catat Transaksi Rp242,6 Miliar

Pameran D-8 Halal Expo Indonesia Catat Transaksi Rp242,6 Miliar