Kamis, 09 Juli 2026

Pembangunan IKN Tahap 2 Proyeksikan Ekonomi Daerah Makin Tumbuh

Pembangunan IKN Tahap 2 Proyeksikan Ekonomi Daerah Makin Tumbuh
Otorita IKN: Pembangunan Tahap 2 Pacu Pertumbuhan Ekonomi Sekitar [FOTO: NET].

JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) meyakini bahwa pembangunan ibu kota baru Indonesia pada tahap dua di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

"Dampak ekonomi diperkirakan semakin meningkat pada periode pembangunan IKN tahap dua (2025-2029)," ujar Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, saat ditanya mengenai proyeksi IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu.

Hasil kajian pembangunan ibu kota baru Indonesia tahap satu (periode 2022-2024) yang dilakukan Otorita IKN mencatat bahwa ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai wilayah inti pembangunan tumbuh sekitar 19,9 persen, angka yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga

Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Importir Terganjal Kurs dan Tata Niaga

Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur pun tumbuh di kisaran 3,7 persen, cukup tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan, yang dipicu oleh belanja pemerintah dan lonjakan investasi dengan sektor konstruksi menjadi salah satu penggerak utama struktur PDRB setelah pembangunan IKN berjalan, kata Mia Amalia.

Produk domestik regional bruto (PDRB), menurut dia, diproyeksikan akan memberikan tambahan kontribusi yang signifikan bagi wilayah sekitar, dengan dampak positif yang berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dampak pembangunan IKN dikelola dari aktivitas konstruksi menuju penguatan rantai pasok lokal, kapasitas tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha daerah, serta pengembangan sektor lainnya, ujar dia.

Proyeksi tersebut, lanjutnya, penting di tengah dinamika geopolitik global dan kebutuhan Provinsi Kalimantan Timur untuk memperkuat transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju sektor yang lebih produktif dan bernilai tambah.

Menurut dia, arah pengelolaan itu sejalan dengan konsep pengembangan melalui Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) untuk memperluas dampak pembangunan IKN dalam jangka panjang.

Melalui keterkaitan ibu kota baru Indonesia, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan dan Samarinda, serta wilayah sekitar, pembangunan IKN diarahkan sebagai pusat pertumbuhan baru, ujar Mia.

Pusat pertumbuhan baru diarahkan untuk mendongkrak ekonomi Provinsi Kalimantan Timur, kata dia, bergerak menuju sektor lebih produktif, bernilai tambah dan berkelanjutan.

Dampak pembangunan IKN mulai mengalir ke wilayah sekitar melalui kebutuhan barang dan jasa, logistik, akomodasi, transportasi, perdagangan, serta sektor pendukung lainnya.

Aktivitas pembangunan IKN mulai membentuk keterkaitan ekonomi dengan daerah penyangga di wilayah Provinsi Kalimantan, jelas dia, tidak hanya bertumpu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ibu kota baru Indonesia.

"Keberhasilan IKN tidak hanya diukur dari jumlah gedung, tapi juga dari pertumbuhan ekonomi dan manfaat dirasakan warga sekitar," katanya menambahkan.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Listrik Sumatra Sering Padam, Reformasi Jaringan Mendesak

Listrik Sumatra Sering Padam, Reformasi Jaringan Mendesak

RI Punya 224.256 Koperasi, KopDes Merah Putih Mendominasi

RI Punya 224.256 Koperasi, KopDes Merah Putih Mendominasi

Menkeu Purbaya Temui Said Iqbal Bahas Pajak JHT 0 Persen

Menkeu Purbaya Temui Said Iqbal Bahas Pajak JHT 0 Persen

Tarif Listrik Tetap hingga September 2026, PLN Jaga Daya Beli

Tarif Listrik Tetap hingga September 2026, PLN Jaga Daya Beli

Pengguna Dukung Tarif Langganan Transjakarta Rp 200.000 per Bulan

Pengguna Dukung Tarif Langganan Transjakarta Rp 200.000 per Bulan