Sabtu, 11 Juli 2026

Optimalkan Proyek WtE, Danantara Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Optimalkan Proyek WtE, Danantara Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Danantara Maksimalkan Tenaga Kerja Lokal untuk Proyek Waste-to-Energy [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), unit usaha pengelolaan sampah terintegrasi dalam ekosistem Danantara Indonesia, berkomitmen untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dalam pengembangan proyek Waste-to-Energy (WtE).

Chief Executive Officer Denera, Fadli Rahman, menekankan urgensi pelibatan elemen masyarakat dalam implementasi WtE, baik pada tahap pengembangan maupun operasional fasilitas.

“Kami memastikan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak lokal berjalan dengan baik, termasuk memaksimalkan penggunaan tenaga kerja lokal,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga

Perkuat Kinerja, PT INKA Laksanakan Pisah Sambut Jajaran Pimpinan

Danantara Indonesia memperkirakan kebutuhan 500 hingga 1.000 pekerja untuk merampungkan pembangunan setiap fasilitas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). 

Dengan rencana pembangunan 33 unit di seluruh Indonesia, total kebutuhan tenaga kerja dari fase konstruksi hingga operasional diproyeksikan mencapai 130 ribu orang.

Fadli menilai permasalahan sampah merupakan isu generasional yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat di masa depan. Ia mendorong masyarakat untuk mendukung penanganan sampah dari hulu ke hilir, mulai dari pemilahan sederhana hingga penggunaan teknologi canggih.

“Mari kami bersama-sama mendukung setiap upaya yang dapat menjadi solusi bagi persoalan sampah di Indonesia,” kata Fadli Rahman.

Di sisi lain, Sustainability Provocateur sekaligus Founder Social Investment Indonesia, Jalal, berpendapat bahwa pembangunan fasilitas WtE harus dibarengi dengan penguatan budaya pemilahan sampah di rumah tangga dan sektor industri. Tantangan utama WtE terletak pada karakteristik sampah organik yang memiliki kadar air tinggi, sehingga pemilahan menjadi langkah krusial.

Jalal menekankan bahwa pelibatan masyarakat secara bermakna (meaningful engagement) harus menjadi bagian integral dari setiap proyek WtE agar memberikan manfaat ekologi, ekonomi, dan sosial.

“Partisipasi masyarakat bukan sekadar formalitas dalam proses perizinan. Warga sekitar harus dilibatkan sejak tahap perencanaan, mendapatkan akses terhadap informasi emisi secara terbuka, serta memperoleh manfaat nyata dari proyek yang dibangun. Tanpa itu, WtE berpotensi kehilangan legitimasi sosial yang justru menjadi fondasi keberlanjutannya,? kata Jalal.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Telkom Divestasi 2 Perusahaan dan Tutup 6 Anak Usaha Demi Ramping

Telkom Divestasi 2 Perusahaan dan Tutup 6 Anak Usaha Demi Ramping

Multipolar Alihkan Aset Rp780 Miliar ke Matahari Putra Prima

Multipolar Alihkan Aset Rp780 Miliar ke Matahari Putra Prima

iForte Tender Offer Sukarela Saham IBST Rp5.400 demi Go Private

iForte Tender Offer Sukarela Saham IBST Rp5.400 demi Go Private

SINI Gelar Rights Issue Rp3,60 Triliun, PTRO Jadi Pembeli Siaga

SINI Gelar Rights Issue Rp3,60 Triliun, PTRO Jadi Pembeli Siaga

ADRO Jamin Pinjaman KAI US$100 Juta untuk Proyek Aluminium

ADRO Jamin Pinjaman KAI US$100 Juta untuk Proyek Aluminium