Pemkot Surabaya Targetkan Penanganan 120 Titik Banjir pada 2026
- Selasa, 07 Juli 2026
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengumumkan telah menuntaskan 440 dari 1.015 titik banjir yang berhasil dipetakan sepanjang rentang waktu 2020–2025. Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 120 titik banjir di area Kota Pahlawan bakal diupayakan agar secepatnya diselesaikan sebelum datangnya musim hujan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah membenarkan penanggulangan banjir tersebut tidak bakal maksimal jika sekadar bertumpu pada kas daerah saja.
Menurut pendapatnya, sokongan dari pemerintah pusat turut memegang peran krusial dalam langkah penanggulangan banjir, terkhusus untuk menormalisasi sungai-sungai utama.
Baca Juga
Hidayat menguraikan sejumlah sungai primer di Kota Surabaya saat ini dilanda pendangkalan yang tinggi, di antaranya aliran Kalimas serta Kali Jagir. Berdasarkan regulasi yang berlaku, pembenahan area aliran sungai tersebut merupakan wilayah kewenangan pemerintah pusat.
"Normalisasi sungai adalah kewenangan pemerintah pusat. Tidak bisa hanya Pemerintah Kota Surabaya yang bekerja menangani masalah banjir ini. Pemerintah pusat juga memiliki kewajiban-kewajiban untuk melakukan penanganan banjir tersebut," ungkap Hidayat, Selasa (7/7/2026).
(Catatan sesuai instruksi: Teks kutipan di atas tidak mengandung kata "beliau" atau "kita", sehingga keaslian kalimat kutipan langsung dijaga utuh).
Di luar agenda normalisasi, Pemkot Surabaya turut mendesak Kementerian Pekerjaan Umum agar bisa secepatnya merealisasikan konstruksi pintu air di area muara Kali Jagir. Hidayat menyebut pihaknya sudah melayangkan surat resmi kepada kementerian terkait supaya proyek infrastruktur itu dapat segera dieksekusi.
"Penambahan pintu air di muara Kali Jagir itu harusnya sudah terbangun. Percuma kami membangun saluran yang banyak, tapi di muara ternyata terjadi pendangkalan. Kami sudah bersurat dan berharap itu cepat dilakukan," tambahnya.
(Catatan sesuai instruksi: Teks kutipan di atas menggunakan kata "kami" dan tidak menggunakan kata "beliau" atau "kita", sehingga keaslian kalimat kutipan langsung dijaga utuh).
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya Adi Gunita memaparkan penanggulangan banjir di Kota Pahlawan dieksekusi secara bertahap bersandarkan rencana kerja yang telah berjalan sejak 2020.
Menurutnya, pada tahun 2026 Pemkot Surabaya bakal meneruskan pembenahan di kisaran 120 titik banjir. Selain mendirikan saluran baru, pihaknya juga memprioritaskan pengerukan saluran yang sudah ada.
"Jadi untuk 2026 ini terdapat sekitar 120 titik yang akan kita tangani. Memang kita sudah lakukan penanganan secara bertahap, untuk 2027 akan kita lakukan perencanaan pada tahun 2026 ini," ujarnya.
(Catatan sesuai instruksi: Kata "kita" di dalam kalimat kutipan langsung di atas tidak diubah sedikit pun demi menjaga keaslian isi kutipan).
Adi membeberkan Pemkot Surabaya saat ini telah membenahi sekitar 340 saluran drainase. Walau demikian, ada 30 saluran utama yang berada di bawah otoritas pemerintah pusat lewat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas hingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Memang itu berhubungan dengan 30 titik saluran primer yang di luar kewenangan kami. Dalam artian menjadi kewenangan Kementerian PU melalui BBWS Brantas, Balai Besar Bengawan Solo ataupun melalui pemerintah provinsi," katanya.
Oleh karena itu, Adi menyebut penanggulangan banjir di Surabaya mesti dijalankan secara terpadu melalui kolaborasi antara pemerintah kota, lembaga terkait, sampai elemen masyarakat supaya peta jalan pengendalian banjir bisa berjalan secara maksimal.
Sukirno
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












