Kamis, 09 Juli 2026

Pabrik Sepatu Jadi Penopang Utama Lapangan Kerja di Garut

Pabrik Sepatu Jadi Penopang Utama Lapangan Kerja di Garut
Struktur Kerja Garut Kian Bergantung pada Industri Sepatu [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan bahwasanya tatanan ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Garut kian memperlihatkan ketergantungan yang tinggi pada sektor industri alas kaki. 

Di kala rasio angka pengangguran masih bertengger di level tinggi, jajaran pemerintah daerah bersama pusat lembaga pelatihan kerja tiada henti menggodok angkatan kerja yang diselaraskan dengan kriteria kebutuhan pabrik sepatu, sehingga memposisikan sektor manufaktur alas kaki sebagai salah satu penopang utama bursa kerja di teritori tersebut.

Berdasarkan kompilasi data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode Agustus 2025 masih menyentuh angka 6,54%. Dengan akumulasi jumlah angkatan kerja berkisar 1,4 juta jiwa, statistik tersebut merefleksikan betapa masifnya urgensi pengadaan lapangan kerja baru di daerah yang dihuni oleh hampir 3 juta penduduk tersebut. 

Baca Juga

Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Importir Terganjal Kurs dan Tata Niaga

Dalam kondisi demikian, industri alas kaki bertindak selaku salah satu lini yang paling ekspansif dalam merekrut tenaga kerja. Sejumlah korporasi raksasa semisal PT Chang Shin Reksa Jaya, PT Pratama Abadi Industri, beserta PT Ultimate Noble Indonesia (UNI) secara kontinu memerlukan pasokan buruh dalam skala besar, khususnya untuk mengisi pos lini produksi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut Nia Gania Karyana mengutarakan kapabilitas menjahit upper sepatu bertransformasi menjadi salah satu aspek kompetensi yang paling dicari oleh pihak industri saat ini.

"Keterampilan menjahit upper sepatu memiliki peluang penyerapan yang sangat tinggi karena di Garut terdapat beberapa pabrik alas kaki berskala besar yang terus membutuhkan tenaga kerja," ujar Nia, Rabu (8/7/2026).

Nia menjelaskan, keterikatan tersebut tecermin dari semakin solidnya korelasi antara skema program pelatihan vokasi dengan kriteria kebutuhan industri. Pelatihan yang digulirkan oleh jajaran pemerintah daerah tidak lagi menitikberatkan pada keahlian umum, melainkan dikondisikan agar sejalan dengan kualifikasi spesifik korporasi demi menjamin para lulusan bisa langsung diserap kerja selepas merampungkan masa pelatihan.

Di sisi lain, ia menyambung, realitas ini memperlihatkan adanya pergeseran peta struktur ekonomi Garut yang mulai beralih dari dominasi corak sektor tradisional bergeser menuju arah industri manufaktur padat karya.

"Kenaikan proporsi pekerja formal di Garut menjadi 31,37% pada 2025 turut mengindikasikan semakin besarnya peran sektor industri dalam menyerap tenaga kerja," tuturnya.

Kendati demikian, tingginya ketergantungan pada satu bidang industri tertentu juga menyimpan potensi risiko tersendiri. Ia pun mengamini, teritori daerah yang terlampau bertumpu pada satu poros industri bakal rentan terimbas oleh volatilitas gejolak pasar global, terlebih apabila lini industri tersebut berkiblat pada aktivitas ekspor. 

Potensi risiko itu bertransformasi menjadi sangat relevan mengingat geliat industri alas kaki nasional sangat didikte oleh volume permintaan pasar internasional. Manakala pesanan ekspor mengalami lonjakan, maka keperluan tenaga kerja akan ikut terdongkrak. Sebaliknya, kelesuan ekonomi global berpotensi memicu kemerosotan kapasitas produksi sekaligus penyerapan tenaga kerja.

Senior Manager PT Chang Shin Reksa Jaya Garut Mia Resmiati membenarkan bahwa keperluan pasokan tenaga kerja di lini industri alas kaki dinilai masih cukup masif. Menurut pandangannya, pihak korporasi menghendaki kehadiran para buruh yang tidak semata andal dalam urusan keahlian teknis, melainkan juga memegang keteguhan disiplin serta cakap menyelaraskan diri dengan atmosfer budaya kerja industri.

"Kami membutuhkan tenaga kerja yang siap bekerja, memiliki keterampilan, etos kerja, dan kedisiplinan yang baik," kata Mia.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Listrik Sumatra Sering Padam, Reformasi Jaringan Mendesak

Listrik Sumatra Sering Padam, Reformasi Jaringan Mendesak

RI Punya 224.256 Koperasi, KopDes Merah Putih Mendominasi

RI Punya 224.256 Koperasi, KopDes Merah Putih Mendominasi

Menkeu Purbaya Temui Said Iqbal Bahas Pajak JHT 0 Persen

Menkeu Purbaya Temui Said Iqbal Bahas Pajak JHT 0 Persen

Tarif Listrik Tetap hingga September 2026, PLN Jaga Daya Beli

Tarif Listrik Tetap hingga September 2026, PLN Jaga Daya Beli

Pengguna Dukung Tarif Langganan Transjakarta Rp 200.000 per Bulan

Pengguna Dukung Tarif Langganan Transjakarta Rp 200.000 per Bulan