TCL Punya 3 Merek Teknologi Sendiri, RayNeo Kuasai 42% Pasar Kacamata AR
- Minggu, 20 September 2026
VARIABISNIS.COM — Tiga merek teknologi berada di bawah naungan TCL, masing-masing bergerak di segmen berbeda dengan pencapaian yang jarang disorot. RayNeo mencatatkan pangsa 42% di segmen kacamata AR pada paruh kedua 2025, sementara Palm dan iFFALCON punya cerita yang jauh berbeda. Kenyataan ini menunjukkan TCL bukan sekadar pemain televisi murah yang selama ini dikenal publik.
TCL dikenal luas sebagai produsen televisi ramah kantong yang menekan harga pemimpin pasar seperti Samsung, Sony, dan LG. Perusahaan yang berdiri sejak 1981 itu juga memproduksi ponsel, sound bar, laptop, hingga peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, kulkas, dan pendingin ruangan.
Di balik lini produk utamanya, TCL menaungi beberapa merek yang menjual produk dengan nama sendiri. Di sejumlah pasar, konsumen bisa saja sudah membeli produk dari merek-merek ini tanpa menyadarinya.
Baca JugaLima HP Tahan Air Rp2–4 Jutaan untuk Ojol, dari realme hingga Redmi
RayNeo Kuasai 42% Pasar Kacamata AR Dunia
RayNeo adalah merek konsumen TCL yang fokus pada kacamata augmented reality. Merek ini baru berdiri pada 2021, tetapi akarnya di TCL sudah ada sejak 2017 setelah diinkubasi oleh TCL Electronics. RayNeo masuk pasar berbarengan dengan gelombang peluncuran kacamata pintar AR untuk konsumen.
Menurut lembaga riset Counterpoint Research, RayNeo menempati peringkat pertama pengapalan di segmen kacamata AR pintar berbasis video pada paruh kedua 2025. Pangsa pasarnya mencapai 42%, angka yang jauh meninggalkan pesaing di segmen yang sama.
Rentang harga kacamata AR RayNeo saat ini membentang dari USD 269 hingga USD 1.299. Seri Air seperti RayNeo Air 3s, 2s, dan 2 menyasar pembeli bermodal terbatas, sedangkan RayNeo X3 Pro seharga USD 1.299 menggabungkan kemampuan AR dan AI. Perusahaan juga menjual berbagai aksesori pendukung.
Palm: Merek Ikonik yang Terkatung-katung
Nama Palm mungkin masih lekat di ingatan pengguna gadget era 1990-an. TCL mengakuisisi merek ini pada 2014 dan mengumumkan rencana kebangkitannya setahun kemudian. Ponsel Palm pertama buatan TCL baru meluncur pada 2018 dengan layar mungil 3,3 inci dan sistem operasi Android.
Perangkat itu bukan ponsel mandiri. Palm keluaran TCL hanya berfungsi sebagai aksesori pendamping smartphone yang sudah dimiliki pengguna karena tidak bisa menelepon sendiri.
Hampir sepuluh tahun setelah peluncuran itu, TCL belum menunjukkan langkah berarti untuk merek Palm. Situs Palm.com masih menampilkan satu perangkat dari 2018, dan tidak ada kabar terbaru soal rencana kebangkitan merek tersebut.
Palm didirikan di Amerika Serikat pada 1992 oleh Jeff Hawkins dan memulai bisnis lewat perangkat PDA sebelum masuk pasar smartphone pada 2002. Penurunannya di pasar ponsel membuat HP mengakuisisi merek ini pada 2010 senilai USD 1,2 miliar. Sekitar setahun kemudian, HP menutup bisnis perangkat keras Palm karena penjualan buruk.
Berbeda dari HP yang terang-terangan mengumumkan penutupan, TCL tidak pernah bersuara soal masa depan Palm.
iFFALCON Jual TV di 43 Pasar Global
iFFALCON berdiri pada 2017 dan sepenuhnya dimiliki TCL. Merek ini pertama meluncurkan produk di India pada 2018, lalu berekspansi ke Eropa pada 2022, disusul pasar Amerika Latin dan Amerika Utara pada 2025.
Penjualan televisi iFFALCON menembus 2 juta unit pada 2023, sekitar lima tahun setelah merek ini lahir. Per September 2026, perusahaan mengklaim hadir di 43 pasar global termasuk Amerika Serikat.
Katalog TV iFFALCON terdiri dari tiga seri: F, U, dan S. Sebagian model memakai teknologi layar Mini LED atau QLED, dengan ukuran membentang dari 32 inci hingga 98 inci. Jumlah modelnya tidak sebanyak produk induknya.
Meski portofolio saat ini berisi televisi pintar, iFFALCON berencana merambah pasar peralatan rumah tangga pintar.
Rangga Nurdiansyah
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Asing Borong SUN Rp 10,5 Triliun dalam Sehari, Tertinggi Sejak 2019
- Senin, 24 Agustus 2026
Berita Lainnya
Mengenal Soft Productivity, Tren Kerja Santai untuk Cegah Burnout
- Sabtu, 19 September 2026
iOS 27 Ubah Cara Kerja Focus Mode di iPhone, Ini Dampaknya buat Pengguna
- Sabtu, 19 September 2026
Terpopuler
1.
Mengenal Soft Productivity, Tren Kerja Santai untuk Cegah Burnout
- 19 September 2026
2.
Ultra Voucher Siapkan Private Placement Sebanyak 200 Juta Saham
- 19 September 2026
3.
BRI Resmikan Gedung Baru BO Kuta, Sediakan Layanan Money Changer
- 19 September 2026
4.
Harga Emas di Pegadaian Sabtu 19 September 2026: Antam, UBS, Galeri 24
- 19 September 2026
5.
TikTok Shop Pangkas Batas Komisi Dinamis Jadi Maksimal Rp60.000
- 19 September 2026












