Wintermar Jual Kapal Tak Produktif untuk Bayar Utang, Incar Kontrak Migas Baru
- Minggu, 20 September 2026
VARIABISNIS.COM — PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) menjual sejumlah kapal yang tidak produktif untuk melunasi utang dan memperkuat struktur keuangan perseroan. Emiten penyedia jasa transportasi kapal offshore ini sekaligus memburu kapal baru yang berpotensi mendulang kontrak di sektor migas.
Direktur PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), Janto Lili, menyatakan optimistis terhadap prospek industri kapal pendukung lepas pantai. Keyakinan itu sejalan dengan upaya pemerintah mendorong produksi migas nasional.
WINS bergerak di jasa transportasi kapal offshore untuk proyek migas laut dalam. Perseroan menyiapkan kapal berteknologi tinggi agar bisa memenuhi kebutuhan aktivitas lepas pantai yang semakin kompleks.
Baca Juga
Jual Kapal Tak Produktif demi Lunasi Utang
Langkah pertama yang ditempuh WINS adalah melepas kapal-kapal yang tidak lagi produktif. Hasil penjualan dipakai untuk melunasi utang dan memperkuat posisi keuangan perseroan.
Strategi ini ditempuh di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi industri pelayaran. Dengan struktur utang yang lebih ringan, WINS berharap lebih leluasa membiayai ekspansi.
Memburu Kapal Berpotensi Kontrak Migas
Di sisi lain, WINS aktif mencari kapal yang berpeluang mendapatkan kontrak migas menjanjikan. Perseroan menilai permintaan jasa kapal offshore masih terbuka lebar seiring aktivitas pengeboran lepas pantai.
Janto menyampaikan sejumlah strategi bisnis itu dalam dialog dengan Andi Shalini di program Squawk Box, CNBC Indonesia. Perseroan memaparkan peta jalan menghadapi tantangan industri pada 2026.
Apa Artinya bagi Investor WINS
Bagi pemegang saham, kombinasi penjualan aset tak produktif dan perburuan kapal baru menunjukkan WINS memilih jalur konsolidasi. Perseroan menyeimbangkan upaya menekan beban utang dengan mengejar pertumbuhan kontrak.
Keberhasilan strategi ini bergantung pada dua hal. Pertama, kecepatan perseroan melepas kapal lama. Kedua, kemampuan mengunci kontrak migas baru dengan margin yang sehat.
Industri kapal pendukung lepas pantai memang sensitif terhadap siklus belanja modal perusahaan migas. Ketika aktivitas pengeboran naik, permintaan kapal offshore ikut menguat. Sebaliknya, saat harga minyak melemah, kontrak baru cenderung tertunda.
Pemerintah sendiri terus mendorong produksi migas nasional agar tidak terus bergantung pada impor. Kebijakan itu menjadi angin segar bagi emiten jasa kapal offshore seperti WINS, meski eksekusinya tetap bergantung pada realisasi proyek di lapangan.
Hana Lestari
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Asing Borong SUN Rp 10,5 Triliun dalam Sehari, Tertinggi Sejak 2019
- Senin, 24 Agustus 2026
Berita Lainnya
Prabowo Puji Pidato Pimpinan Gontor Ringkas Tanpa Banyak "Yang Terhormat"
- Sabtu, 19 September 2026
DPR Minta Opsen Pajak Kendaraan Dihapus, BYD Pesan 10 Kapal Raksasa
- Sabtu, 19 September 2026
Terpopuler
1.
Mengenal Soft Productivity, Tren Kerja Santai untuk Cegah Burnout
- 19 September 2026
2.
Ultra Voucher Siapkan Private Placement Sebanyak 200 Juta Saham
- 19 September 2026
3.
BRI Resmikan Gedung Baru BO Kuta, Sediakan Layanan Money Changer
- 19 September 2026
4.
Harga Emas di Pegadaian Sabtu 19 September 2026: Antam, UBS, Galeri 24
- 19 September 2026
5.
TikTok Shop Pangkas Batas Komisi Dinamis Jadi Maksimal Rp60.000
- 19 September 2026












