Tren Makan Tabungan Meluas, Gadai ValueMax Tetap Bidik Likuiditas
- Minggu, 20 September 2026
VARIABISNIS.COM — PT Gadai ValueMax Indonesia menilai kebiasaan masyarakat yang mulai memakai tabungan untuk kebutuhan sehari-hari bisa memengaruhi minat gadai, meski tidak selalu menurunkannya. Perusahaan mencatat penyaluran gadai Rp 700 miliar hingga semester I 2026, dengan emas masih jadi jaminan utama.
Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia, Brian Wiraatmadja, menyebut layanan gadai tetap jadi pilihan saat masyarakat lebih berhati-hati mengatur arus kas. Gadai dinilai memberi dana segar tanpa harus menjual aset yang dimiliki.
Pernyataan itu disampaikan kepada Kontan, Jumat (18/9/2026), menanggapi tren makan tabungan yang makin terlihat di kalangan rumah tangga.
Baca JugaPupuk Indonesia Siap Pasok Agroinput demi Swasembada Bawang Putih, Impor Masih 90%
Gadai Jadi Jembatan Likuiditas Jangka Pendek
Brian menjelaskan nasabah biasanya tetap mempertimbangkan gadai untuk kebutuhan sementara atau jangka pendek. Barang jaminan yang punya nilai sentimental bisa ditebus kembali begitu kondisi keuangan membaik.
"Khususnya, untuk kebutuhan yang sifatnya sementara atau jangka pendek (bridging loan), nasabah biasanya masih mempertimbangkan gadai, karena barangnya yang biasanya mempunyai karakteristik sentimental dengan pemilik tetap bisa ditebus kembali ketika kondisi keuangan sudah lebih baik," ujarnya.
Hingga semester I 2026, Gadai ValueMax menyalurkan pembiayaan Rp 700 miliar. Permintaan dinilai masih sehat, terutama untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek.
Meski begitu, perusahaan tidak mengejar pertumbuhan penyaluran secara agresif. Kualitas pembiayaan dan kemampuan nasabah melunasi tetap jadi prioritas.
"Kami bukan hanya mengejar penyaluran, melainkan juga menjaga kualitas pembiayaan dan kemampuan nasabah untuk melakukan pelunasan," ucap Brian.
Emas Masih Dominasi Barang Jaminan
Dari sisi jenis jaminan, emas masih mendominasi, baik perhiasan maupun logam mulia. Masyarakat dianggap familiar dengan aset ini, proses penilaiannya jelas, nilainya intrinsik, dan mudah dicairkan.
Ada permintaan terhadap barang berharga lain, tetapi porsinya masih di bawah gadai emas. Brian tidak merinci berapa besar perbandingannya.
Bukan Lagi Sekadar Solusi Terdesak
Layanan gadai dipakai untuk beragam kebutuhan. Mulai dari rumah tangga sehari-hari, biaya pendidikan, kesehatan, membayar kewajiban, hingga kebutuhan usaha yang mendadak.
"Ada juga nasabah yang menggunakan gadai untuk menjaga cash flow sementara, sehingga tidak selalu karena kondisi keuangan sedang bermasalah," ungkapnya.
Brian menilai pandangan masyarakat mulai bergeser. Gadai tidak lagi hanya jadi jalan keluar saat terdesak, tetapi juga alternatif mengatur likuiditas bagi mereka yang punya banyak aset.
Selama penggunaannya terukur dan nasabah memahami kewajiban serta kemampuan menebus, gadai bisa jadi instrumen pembiayaan yang praktis. Bagi rumah tangga yang mulai tergerus tabungannya, gadai emas memang jadi opsi cepat — asal tidak menumpuk utang baru.
Hana Lestari
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Asing Borong SUN Rp 10,5 Triliun dalam Sehari, Tertinggi Sejak 2019
- Senin, 24 Agustus 2026
Berita Lainnya
Prabowo Soroti Rakyat Belum Sadar Indonesia Digadang Jadi Ekonomi Keempat Dunia 2050
- Minggu, 20 September 2026
OJK Wajibkan Mineral Strategis Lolos Uji Mutu Sebelum Diperdagangkan di BMKS
- Minggu, 20 September 2026
Ultra Voucher (UVCR) Siap Private Placement 200 Juta Saham, Modal buat Ekspansi Bisnis
- Sabtu, 19 September 2026
Terpopuler
1.
Mengenal Soft Productivity, Tren Kerja Santai untuk Cegah Burnout
- 19 September 2026
2.
Ultra Voucher Siapkan Private Placement Sebanyak 200 Juta Saham
- 19 September 2026
3.
BRI Resmikan Gedung Baru BO Kuta, Sediakan Layanan Money Changer
- 19 September 2026
4.
Harga Emas di Pegadaian Sabtu 19 September 2026: Antam, UBS, Galeri 24
- 19 September 2026
5.
TikTok Shop Pangkas Batas Komisi Dinamis Jadi Maksimal Rp60.000
- 19 September 2026












