Pupuk Indonesia Siap Pasok Agroinput demi Swasembada Bawang Putih, Impor Masih 90%
- Minggu, 20 September 2026
VARIABISNIS.COM — PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan siap mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional melalui penyediaan pupuk bersubsidi dan agroinput. Komitmen itu disampaikan menyusul masih tingginya ketergantungan pasokan impor yang mencapai lebih dari 90 persen kebutuhan nasional. Dukungan ini menyasar perluasan lahan tanam yang tengah digenjot Kementerian Pertanian.
Wakil Presiden Pengelolaan Pelanggan Pupuk Indonesia, Robbin Radhian Lee, menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam program swasembada bawang putih. Menurut dia, komoditas ini punya ruang pengembangan yang masih lebar, terutama setelah Kementerian Pertanian menginisiasi perluasan lahan tanam bersama berbagai pihak.
"Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendukung percepatan swasembada bawang putih. Komoditas ini memiliki potensi untuk dikembangkan lagi," kata Robbin dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9).
Baca JugaSinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold
Pernyataan itu disampaikan dalam Webinar bertajuk Dukungan Pupuk Bersubsidi untuk Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional. Dalam forum tersebut, Pupuk Indonesia memaparkan peran pemupukan terhadap produktivitas tanaman.
Pemupukan Menyumbang 25 Persen Produktivitas
Data BRMP yang dipaparkan dalam webinar menunjukkan pemupukan berkontribusi sekitar 25 persen terhadap produktivitas bawang putih. Angka itu menjadikan ketersediaan pupuk sebagai salah satu variabel kunci yang tidak bisa diabaikan.
Bawang putih membutuhkan unsur hara berbeda di setiap fase tumbuh. Nitrogen, fosfor, kalium, dan sulfur berperan saling melengkapi, mulai dari pertumbuhan vegetatif dan akar hingga pembentukan serta pembesaran umbi.
Karena kebutuhan tanaman berubah tiap fase, pemupukan disarankan dilakukan bertahap dengan memperhatikan jenis, dosis, waktu, dan cara pemberian. Untuk mengejar produktivitas 10-15 ton umbi basah per hektar, rekomendasi dalam webinar mencakup aplikasi total 300 kilogram Urea Nitrea dan 600 kilogram NPK Phonska 15-15-15 secara bertahap.
Pemberian bertahap juga bertujuan menekan kehilangan pupuk akibat penguapan dan pencucian air hujan. Pada fase awal, pemupukan diarahkan memperkuat tunas dan akar, lalu berlanjut ke persiapan pembentukan umbi hingga pembesaran umbi dengan porsi NPK yang lebih dominan.
Impor Tembus 525.640 Ton, Produktivitas Baru 6-8 Ton per Hektar
Direktur Pembenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sanusi, menyoroti pengalaman Indonesia mencapai swasembada bawang putih pada era 1990-an. Puncaknya terjadi pada 1995 ketika produksi nasional menembus 152.421 ton.
Capaian itu disebut menjadi modal sekaligus motivasi untuk membangun kembali kemandirian bawang putih. Dorongan makin kuat seiring arahan Presiden Prabowo Subianto pada 2026 agar kebutuhan bawang putih dipenuhi secara mandiri.
Namun tantangannya tidak kecil. Kebutuhan bawang putih nasional pada 2025 mencapai 626.950 ton, sementara 525.640 ton masih dipenuhi lewat impor. Data BPS juga menempatkan produktivitas nasional pada kisaran 6,39-8,16 ton per hektar.
Skema Subsidi dan Pabrik NPK Nitrat 2027
Bawang putih termasuk komoditas hortikultura yang mendapat alokasi pupuk bersubsidi. Penerimanya harus memenuhi sejumlah ketentuan, antara lain tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam e-RDKK, dan melakukan penebusan sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain menjaga ketersediaan pupuk, Pupuk Indonesia menjalankan Program Makmur yang menekankan pendampingan budidaya terintegrasi. Cakupannya meliputi akses agroinput, penerapan praktik budidaya yang baik, dukungan pembiayaan, hingga akses pasar melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan.
Dari sisi kapasitas produksi, perseroan tengah membangun pabrik NPK berbasis nitrat berkapasitas 100.000 ton yang dijadwalkan beroperasi pada 2027. Pabrik itu disiapkan untuk menopang kebutuhan swasembada bawang putih, baik melalui skema subsidi maupun nonsubsidi.
Nia Rosdiana
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Asing Borong SUN Rp 10,5 Triliun dalam Sehari, Tertinggi Sejak 2019
- Senin, 24 Agustus 2026
Berita Lainnya
Prabowo Soroti Rakyat Belum Sadar Indonesia Digadang Jadi Ekonomi Keempat Dunia 2050
- Minggu, 20 September 2026
OJK Wajibkan Mineral Strategis Lolos Uji Mutu Sebelum Diperdagangkan di BMKS
- Minggu, 20 September 2026
Ultra Voucher (UVCR) Siap Private Placement 200 Juta Saham, Modal buat Ekspansi Bisnis
- Sabtu, 19 September 2026
Terpopuler
1.
Mengenal Soft Productivity, Tren Kerja Santai untuk Cegah Burnout
- 19 September 2026
2.
Ultra Voucher Siapkan Private Placement Sebanyak 200 Juta Saham
- 19 September 2026
3.
BRI Resmikan Gedung Baru BO Kuta, Sediakan Layanan Money Changer
- 19 September 2026
4.
Harga Emas di Pegadaian Sabtu 19 September 2026: Antam, UBS, Galeri 24
- 19 September 2026
5.
TikTok Shop Pangkas Batas Komisi Dinamis Jadi Maksimal Rp60.000
- 19 September 2026












