Ed Sheeran Sebut Situasi Gaza "Tidak Bisa Dibenarkan" di Konser Philadelphia
- Minggu, 20 September 2026
VARIABISNIS.COM — Ed Sheeran akhirnya buka suara soal kontroversi yang mengguncang tur Amerika Utaranya, menyebut situasi di Gaza sebagai "katastrofik", "tidak bisa dibenarkan", dan "tidak proporsional". Pernyataan itu disampaikan saat ia membuka konser di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu malam, setelah tur Loop Tour-nya sempat dilanda gejolak.
Penyanyi pop asal Inggris itu naik ke panggung tanpa aksi pembuka. Menurut laporan media Amerika Serikat, jadwal konser mundur dua setengah jam karena tidak ada penampil pendukung, dan Sheeran tampil solo sepanjang pertunjukan.
Kontroversi bermula ketika rapper Amerika Macklemore, yang sedianya menjadi aksi pembuka, dicoret dari daftar penampil. Pencoretan itu buntut komentar pro-Palestina yang ia lontarkan di sebuah konser di New Jersey awal bulan ini.
Baca JugaLee Jun Young Kembali di Four Hands, Two Sonatas Usai 9 Tahun Hilang
Pencoretan Macklemore dan Gelombang Kritik
Komentar Macklemore memicu reaksi dari pemilik stadion yang menjadi lokasi jadwal tur Sheeran berikutnya. Sheeran membantah berada di balik keputusan pencoretan dan menuding promotor turnya sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Empat aksi pendukung Sheeran turut mundur, termasuk Finneas, musisi sekaligus kolaborator Billie Eilish. Mereka mengeluarkan pernyataan publik yang menegaskan dukungan terhadap Palestina.
"Artis tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk yang tertindas," kata Finneas lewat Instagram pekan lalu. "Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya."
Demonstrasi di Luar Stadion
Sekitar 50 demonstran pro-Palestina berunjuk rasa di luar stadion sebelum pertunjukan dimulai. Mereka mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan seruan "Free, free Palestine".
Hillary Steinberg, 34 tahun, warga Philadelphia, mengaku telah membeli tiket setahun lalu. Ia memilih mengembalikan tiket dan ikut dalam demonstrasi, kecewa karena Sheeran dinilai tidak mengambil sikap.
"Saya penggemar berat Ed Sheeran sampai pekan ini," ujar Steinberg kepada kantor berita Associated Press. "Menurut saya semua seni itu politis, dan semua musik itu politis. Jadi pilihan ini, meski dia bilang tidak terlibat, tetap pilihan politis."
Penggemar Tetap Hadir demi Musik
Kontroversi itu tidak menyurutkan sebagian penonton. Joy VanRuler, 55 tahun, warga Pottstown, Pennsylvania, mengaku mendukung Sheeran maupun Macklemore.
"Ini tidak perlu jadi politis," kata VanRuler kepada Reuters sebelum Sheeran naik panggung. "Ini soal musik, kami mendukung keduanya, dan semuanya baik-baik saja."
Sheeran belum merinci langkah lanjutan terkait komposisi aksi pembuka di sisa jadwal tur Amerika Utaranya. Sejumlah jadwal masih menanti, sementara tekanan publik atas sikapnya terhadap Gaza belum menunjukkan tanda surut.
Nia Rosdiana
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Asing Borong SUN Rp 10,5 Triliun dalam Sehari, Tertinggi Sejak 2019
- Senin, 24 Agustus 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
Mengenal Soft Productivity, Tren Kerja Santai untuk Cegah Burnout
- 19 September 2026
2.
Ultra Voucher Siapkan Private Placement Sebanyak 200 Juta Saham
- 19 September 2026
3.
BRI Resmikan Gedung Baru BO Kuta, Sediakan Layanan Money Changer
- 19 September 2026
4.
Harga Emas di Pegadaian Sabtu 19 September 2026: Antam, UBS, Galeri 24
- 19 September 2026
5.
TikTok Shop Pangkas Batas Komisi Dinamis Jadi Maksimal Rp60.000
- 19 September 2026







