DPR Dorong Audit Pengungsian Gempa NTT, 94 Warga Tewas
- Sabtu, 19 September 2026
VARIABISNIS.COM — Komisi VIII DPR RI mendorong audit menyeluruh terhadap kondisi pengungsian korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah 94 warga dilaporkan tewas. Langkah ini mencuat karena penanganan pengungsi dinilai belum optimal, terutama soal kelayakan tempat tinggal, akses air bersih, dan layanan kesehatan dasar.
Angka korban jiwa yang tinggi menjadi perhatian serius. DPR menilai perlu evaluasi menyeluruh terhadap penanganan pengungsi, mulai dari kelayakan tempat tinggal hingga akses layanan dasar.
Mengapa Audit Pengungsian Diperlukan
Audit bertujuan menilai apakah kebutuhan dasar pengungsi sudah terpenuhi dengan baik. Beberapa aspek yang disorot meliputi kelayakan tenda atau hunian sementara, ketersediaan air bersih, sanitasi, serta akses layanan kesehatan.
Baca JugaWintermar Jual Kapal Tak Produktif untuk Bayar Utang, Incar Kontrak Migas Baru
Kondisi pengungsian yang tidak layak berisiko memicu masalah kesehatan baru. Penyakit menular seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit kulit mudah muncul di tempat pengungsian yang padat dan minim sanitasi.
DPR menilai evaluasi ini penting agar penanganan bencana tidak hanya berhenti pada tahap darurat. Perbaikan tata kelola pengungsian menjadi kunci melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Kelompok yang Paling Berisiko
Anak-anak dan lansia termasuk kelompok paling rentan di pengungsian. Sistem imun mereka lebih lemah sehingga mudah terpapar penyakit saat kondisi lingkungan tidak sehat.
Ibu hamil juga memerlukan perhatian khusus. Kebutuhan gizi, pemeriksaan kehamilan, dan ruang yang aman menjadi hal mendasar yang harus tersedia.
Ketersediaan air bersih dan jamban layak menjadi indikator utama kelayakan pengungsian. Tanpa itu, risiko wabah penyakit meningkat seiring bertambahnya hari tinggal di lokasi pengungsian.
Langkah yang Perlu Diperhatikan
- Pastikan akses air bersih dan sanitasi layak tersedia di setiap titik pengungsian.
- Sedikan layanan kesehatan dasar, termasuk pos kesehatan dan obat-obatan.
- Pisahkan kelompok rentan seperti anak, lansia, dan ibu hamil agar lebih terlindungi.
- Jaga kebersihan lingkungan dan lakukan pemantauan penyakit secara rutin.
- Pastikan distribusi bantuan pangan dan logistik berjalan merata.
Kapan Perlu ke Dokter
Pengungsi yang mengalami diare berkepanjangan, demam tinggi, sesak napas, atau dehidrasi perlu segera diperiksa tenaga kesehatan. Jangan tunda pemeriksaan jika muncul tanda bahaya tersebut.
Bayi dan lansia yang lemas atau menolak makan juga perlu penanganan cepat. Kondisi ini bisa memburuk dengan cepat di lingkungan pengungsian.
Audit yang didorong DPR diharapkan menghasilkan perbaikan nyata bagi para pengungsi. Selain penanganan darurat, pemerintah daerah dan instansi terkait perlu memastikan layanan kesehatan serta sanitasi berjalan konsisten selama masa pemulihan.
Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi. Bagi pengungsi yang mengalami keluhan kesehatan, segera manfaatkan pos kesehatan terdekat atau konsultasikan ke tenaga medis.
Rangga Nurdiansyah
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Asing Borong SUN Rp 10,5 Triliun dalam Sehari, Tertinggi Sejak 2019
- Senin, 24 Agustus 2026
Berita Lainnya
Prabowo Puji Pidato Pimpinan Gontor Ringkas Tanpa Banyak "Yang Terhormat"
- Sabtu, 19 September 2026
DPR Minta Opsen Pajak Kendaraan Dihapus, BYD Pesan 10 Kapal Raksasa
- Sabtu, 19 September 2026
Terpopuler
1.
Mengenal Soft Productivity, Tren Kerja Santai untuk Cegah Burnout
- 19 September 2026
2.
Ultra Voucher Siapkan Private Placement Sebanyak 200 Juta Saham
- 19 September 2026
3.
BRI Resmikan Gedung Baru BO Kuta, Sediakan Layanan Money Changer
- 19 September 2026
4.
Harga Emas di Pegadaian Sabtu 19 September 2026: Antam, UBS, Galeri 24
- 19 September 2026
5.
TikTok Shop Pangkas Batas Komisi Dinamis Jadi Maksimal Rp60.000
- 19 September 2026












