Minggu, 20 September 2026

Prabowo Soroti Rakyat Belum Sadar Indonesia Digadang Jadi Ekonomi Keempat Dunia 2050

Prabowo Soroti Rakyat Belum Sadar Indonesia Digadang Jadi Ekonomi Keempat Dunia 2050
Prabowo Soroti Rakyat Belum Sadar Indonesia Digadang Jadi Ekonomi Keempat Dunia 2050

VARIABISNIS.COM — Proyeksi Indonesia sebagai ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050 disebut sudah bulat di kalangan analis global, tetapi Presiden Prabowo Subianto menilai justru rakyat Indonesia sendiri belum menyadari potensi itu. Prabowo menduga rasa rendah diri akibat pengalaman penjajahan membuat banyak pihak meremehkan kekuatan ekonomi nasional.

Presiden Prabowo Subianto menyoroti sikap pesimistis yang masih muncul saat membicarakan masa depan perekonomian Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang ditayangkan melalui kanal YouTube miliknya.

Menurut Prabowo, kritik tetap diperlukan sebagai koreksi. Namun ia menegaskan kritik yang justru melemahkan semangat rakyat tidak bisa dibenarkan.

Baca Juga

Pupuk Indonesia Siap Pasok Agroinput demi Swasembada Bawang Putih, Impor Masih 90%

"Kritik itu bagus, kritik harus, kalau tidak dikritik kita sebetulnya bisa tersesat. Tapi, kritik untuk menurunkan semangat dan terutama menurunkan semangat rakyat, ini menurut saya sangat tidak bertanggung jawab," kata Prabowo.

Proyeksi Goldman Sachs dan Pandangan Analis Australia

Prabowo menyinggung sejumlah proyeksi lembaga internasional yang menempatkan Indonesia di jajaran ekonomi terbesar dunia. Ia menyebut Goldman Sachs memproyeksikan Indonesia menempati posisi keempat pada 2050.

"Semua orang sudah yakin Indonesia akan menjadi ekonomi keenam, kelima, keempat di dunia. Dalam tahun 2050 which is 25 tahun ke depan. Bayangkan. Ya kan, ini, ini Goldman Sachs, Goldman Sachs, Indonesia ekonomi keempat," ucapnya.

Selain Goldman Sachs, Prabowo merujuk pandangan Hugh White, analis pertahanan dan kebijakan luar negeri asal Australia. White menilai Indonesia bakal tumbuh menjadi kekuatan besar.

Rasa Rendah Diri yang Diduga Menghambat Kesadaran

Yang menjadi perhatian Prabowo bukan soal proyeksinya, melainkan kesadaran masyarakat terhadap potensi tersebut. Menurutnya, Indonesia justru belum sepenuhnya menyadari posisi yang digadang-gadang itu.

"Mereka sudah menganggap we are going to be a great power. Hanya ada sesuatu ya, dia bilang Indonesia-nya yang nggak sadar," ungkap Prabowo.

Prabowo menduga ada rasa rendah diri di kalangan masyarakat maupun elite Indonesia. Ia mengaitkannya dengan pengalaman penjajahan selama ratusan tahun.

"Dan elite Indonesia itu, apa mungkin kita sudah apa ya, ada inferiority complex, ada rasa rendah diri. Mungkin akibat ratusan tahun dijajah ya kan. Jadi we have an inferiority complex I think. Ini dunia ekonomi kita bagus," imbuhnya.

Kritik dan Pesimisme di Tengah Target Ekonomi

Pernyataan Prabowo muncul di tengah perdebatan soal arah perekonomian nasional. Sebagian kalangan menilai target menjadi ekonomi terbesar keempat dunia masih jauh dari kondisi riil saat ini.

Prabowo tidak membeberkan indikator spesifik dalam pernyataannya. Ia lebih menekankan pentingnya sikap mental dan cara pandang bangsa terhadap potensi sendiri.

Kritik yang membangun, menurut Prabowo, tetap dibutuhkan. Namun ia meminta kritik tidak sampai mematahkan optimisme masyarakat terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

Adi Setiawan

Adi Setiawan

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tren Makan Tabungan Meluas, Gadai ValueMax Tetap Bidik Likuiditas

Tren Makan Tabungan Meluas, Gadai ValueMax Tetap Bidik Likuiditas

OJK Wajibkan Mineral Strategis Lolos Uji Mutu Sebelum Diperdagangkan di BMKS

OJK Wajibkan Mineral Strategis Lolos Uji Mutu Sebelum Diperdagangkan di BMKS

Ultra Voucher Siapkan Private Placement Sebanyak 200 Juta Saham

Ultra Voucher Siapkan Private Placement Sebanyak 200 Juta Saham

Ultra Voucher (UVCR) Siap Private Placement 200 Juta Saham, Modal buat Ekspansi Bisnis

Ultra Voucher (UVCR) Siap Private Placement 200 Juta Saham, Modal buat Ekspansi Bisnis

BEI Jamin Independensi Meski Danantara Kuasai 40,12% Saham Bursa

BEI Jamin Independensi Meski Danantara Kuasai 40,12% Saham Bursa